| on 13-07-2009 15:09
|
Views : 831 |
Kapan terakhir kali Anda menulis dengan pena dan kertas sepanjang empat paragraf atau lebih? Di era serba komputer seperti sekarang ini, semakin sedikit dari kita yang menyempatkan diri untuk menulis dengan pena pada selembar kertas kosong. Why bother?, mungkin itu sedikit komentar yang muncul di hati sebagian dari kita. Benar…why bother? Selain laptop yang menjadi semakin murah, jari-jari ini sudah semakin terbiasa dengan gerakan memencet tombol (komputer ataupun HP), dibandingkan dengan mengambil pena dan menari mengikuti alur huruf per huruf di atas selembar kertas. “Aku sudah lama nggak nulis, jadi tulisanku jelek” Itu komentar salah satu teman saya. “Hanya aku yang bisa membaca tulisanku”, itu komentar teman yang lain. “Untuk apa menulis, ini khan abad paperless, hemat kertas donk”, itu komentar seorang teman yang aktivis lingkungan hidup, dan ..”email dan facebook nggak perlu pena dan kertas, dan itu bisa menjangkau ujung dunia lain dalam hitungan detik” (coba bayangkan berapa lama berita sampai kalau harus kirim surat pakai snail mail alias tulis surat dan kirim pakai pos), itu sindiran teman saya, seorang “facebook-goer” alias penggila facebook.
Semua alasan di atas benar adanya. Kecepatan, tersedianya laptop dengan harga murah, ketidakbiasaan, sayangi pohon (sebagai bahan kertas), dan tulisan jelek memang bisa jadi alasan kuat untuk tidak lagi menulis dengan pena dan kertas. Tetapi, sebenarnya ada satu manfaat besar (yang sering tidak diketahui orang), tentang menulis dengan pena dan kertas. Tulisan, yang merupakan sebuah media pengirim pesan, selain bisa dipergunakan untuk menyampaikan pesan dan maksud kita pada orang lain, juga sebenarnya bisa merupakan sebuah “alat detektor” kepribadian, keyakinan dan nilai-nilai kehidupan seseorang . Detektor, seperti layaknya sebuah meteran listrik di rumah, speedometer di dashboard mobil, ataupun termometer. Dengan melihat berapa derajad temperatur tubuh kita (pakai termometer), sekilas kita bisa tahu apakah tubuh ini fit atau tidak? Seperti layaknya kalau kita belum tahu cara membaca termometer, saat Anda belum mengerti apa arti dibalik tulisan tangan seseorang, maka apa yang Anda “baca” dalam tulisan hanyalah pesan “superficial“ (permukaan) saja. Padahal, pada coretan tulisan tangan seseorang, berbagai pernyataan jujur tentang siapa penulis sebenarnya, meluncur dengan lancar selaras dengan goresan penanya. “Graphology” adalah ilmu tentang tulisan tangan dan sekarang dipelajari di berbagai universitas terkemuka di Eropa, Israel , Amerika Serikat dan Indonesia. Di beberapa universitas, ilmu ini merupakan bagian dari mata kuliah “Teori Grafis”, dan umumnya berada di Fakultas Psikologi. Graphology, mendasarkan interpretasinya pada konsep-konsep dasar fisiologi, psikologi dan “konsep universal”. FBI, Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan juga Scotland Yard, serta berbagai perusahaan besar adalah sebagian pihak yang terus memanfaatkan jasa Grapohologist (ahli graphology) untuk membantu memecahkan berbagai kasus pelik mereka, misalnya: kasus pemalsuan surat, keaslian dokumen kuno, identifikasi kriminal, pemalsuan tanda tangan dan perekrutan para top manager. Bagi kita-kita sebagai orang awam, pengetahuan tentang graphology bisa sangat membantu di dalam membangun hubungan (kecocokan pasangan hidup), membina hubungan bisnis, perekrutan pegawai, memonitor kondisi psikologis anak (“kalau tiba-tiba putera Anda tulisannya menjadi sangat kecil-keci, jelas dia punya masalah yang sangat besar dan sedang dalam kondisi tertekan”), dan memonitor hambatan internal di dalam diri kita sendiri (saat Anda merasa karier mentok, gaji tidak naik-naik, atau sudah 10 tahun menikah belum punya anak, mengecek tulisan tangan Anda adalah cara yang paling masuk akal untuk mencari salah satu sebabnya).
Keyakinan (“belief”) seseorang tentang sesuatu hal, nilai-nilai (“values”) yang dipegang, semangat hidup, hambatan dalam diri (“mental blocks”), kunci sukses dalam karier, keberhasilan bisnis, pembelajaran, dan hubungan sosial dan keluarga, semuanya terpapar dengan gamblang pada tulisan tangan seseorang. Begitu seseorang menuliskan sesuatu di atas selembar kertas, orang tersebut melakukan dua hal sekaligus, satu, dia menulis pesan-pesan yang dia ingin tuliskan, dan dua, dia memaparkan tentang “who he or she is!!” sebenar-benarnya.
Sekedar untuk “mencicipi” beberapa hal menarik tentang graphology, silahkan simak ke dua tulisan di bawah ini . Orang yang mana yang akan Anda pilih untuk menjadi Guru ataupun baby sitter ataupun sopir, untuk putera-puteri tercinta Anda ? A atau B?
|  | | A. | B. |
Bagaimana dengan ke dua orang yang menulis seperti di bawah ini, A atau B?
|  | | A. | B. |
Saya tidak tahu Anda mau memilih yang mana. Kalau saya, jelas akan memilih dengan penuh keyakinan, pelamar dari kelompok B. Pelamar dari kelompok ini memberikan sinyal penuh cinta dan care (huruf tertulis dengan jelas, tidak terdapat ornamentasi yang aneh-aneh, misalnya kait, atau cakar, dan lihatlah bentuk hurufnya yang membulat ), teliti (lihat penempatan titik pada huruf “i”), mengikuti dan patuh pada aturan (lihat awalan tulisan yang rapi di sebelah kiri, dan bandingkan dengan contoh A yang mempunyai akhir tulisan menabrak garis kanan box yang sudah disediakan).
Ada hal lain yang bagus? Amati lagi contoh tulisan B terutama pada kata “senang", "dengan" dan "olah raga”, yang ditulis dengan huruf “g” yang khas (mirip angka 8)? Itu, adalah tanda seseorang yang “smart” dan suka membaca. Jadi untung khan kalau menerima mereka menjadi Guru anak-anak kita? Bagaimana kalau Anda kebetulan mempunyai partner bisnis yang mempunyai tulisan yang mempunyai ciri khas “cakar jahat ” atau “felon claw”, seperti pada tulisan kelompok A, di atas (lihat ekor dari huruf “g” pada kata…”niag”)? Hmmmm…untuk tanda yang satu ini, saya akan rekomendasikan Anda untuk berpikir ulang sebelum menanda-tangani perjanjian dengannya. Masih banyak partner bisnis lain yang lebih baik dan menguntungkan dibanding partner yang satu ini. It’s a Big NO kawan!!!
Bagaimana dengan ke dua tulisan di bawah ini? Seandainya Anda sedang membutuhkan Kasir, yang mana yang Anda pilih untuk perusahaan Anda? Kelompok A atau B ?
|
| | A. | B. |
Silahkan Anda memilih. Kalau saya, jelas akan memilih pelamar kelompok B. Mereka betul-betul menampakkan nilai-nilai kejujuran (lihat tulisan yang ditulis dengan clean, tidak ada huruf yang diulang-ulang atau “re-traced”, ataupun huruf “o” atau “g” atau “d” yang “perut”-nya di “tusuk” atau “thrusted”) dan rapi . Jujur adalah nilai utama seorang Kasir bukan? Jika Anda terlanjur memilih kelompok A, dan menggajinya sebagai pegawai, it’s ok saja, tapi mungkin pembinaan di bidang keagamaan akan sangat bermanfaat.
Bagaimana dengan orang yang menuliskan seperti di bawah ini? Pelamar yang mana yang akan Anda pilih sebagai SPG produk kosmetik Anda , atau mungkin untuk posisi PR Manager Anda ? A atau B ?
 |  | | A. | B. | Kalau jawab Anda adalah “iya pasti A donk, penampilan dia Ok, dan dia ahli make up”. Hmmm…mmm bersiaplah untuk mempunyai omset penjualan yang kecil, dan garuk-garuk kepala karena meski sudah ditraining macam-macam, tetap saja dia tidak perform dalam sales-nya. Anda tahu kenapa ? Karena penulis tulisan ini sejak dari sono-nya (maksud saya di dalam hati kecilnya) adalah orang yang tertutup dan tidak mau mendengarkan pendapat orang (sangat tidak cocok untuk tugas SPG), serta tidak komunikatif (Anda harus menebak-nebak huruf apa yang dia tulis itu?). Bagaimana akan mampu “menjual” kalau orang lain harus menebak-nebak duluan?
Apa tanda-tanda dari B yang cocok untuk SPG? Tulisan dengan ukuran yang relatif besar, mudah dibaca dan he..he…he B adalah orang yang suka jadi pusat perhatian dan easy dengan orang banyak (khas untuk SPG, presenter dan selebriti), lihat huruf “i” dengan titik berbentuk bola !!.. Ini meneriakkan pada dunia Hey…lihat aku donk aku keren khan !!!
Bagaimana dengan Anda ? pernahkah Anda memperhatikan huruf “t” Anda, terutama saat akhir-akhir ini Anda merasa cita-cita Anda terlalu jauh untuk dicapai, dan rasanya sudah kehabisan akal untuk mencapainya? Atau mungkin Anda sedang merasa “tidak eksis”, larut saja di dalam kerumunan orang…sehingga Anda bergumam: “hmmmm aku ini cuman orang kebanyakan….tidak ada yang hebat dari diriku”. Kalau ini terjadi coba cek huruf “x” Anda, jangan-jangan Anda telah menuliskannya dengan loyo ?! Pantesan Anda hilang alias “tidak eksis”.!
Salam
Bayu Ludvianto (Grapho Detective) P.S.
* Seandainya saja ada satu alat yang bisa menemukan sebagian besar "limiting beliefs" di dalam pikiran Anda (yang sering bertindak sebagai "hand brake" yang menghambat Anda untuk maju)....maukah Anda belajar dan menggunakannya? * Seandainya ada satu alat yang bisa Anda gunakan untuk melakukan Self SWOT Analyis pada diri Anda sehingga lebih mudah bagi Anda untuk menyusun strategi ke depan untuk mencapai cita-cita Anda....maukah Anda meluangkan waktu untuk belajar dan kemudian menggunakannya? * Seandainya ada satu alat sederhana yang bisa Anda gunakan untuk memonitor perkembangan pribadi putera/puteri Anda, sehingga Anda selalu lima langkah di depan putera/puteri Anda......maukah Anda memiliki alat tersebut? Kalau satu saja dari pertanyaan tersebut di atas Anda jawab dengan "Ya", maka......Grapho for Success adalah workshop yang paling tepat untuk Anda...... Satu minggu setelah mengikuti workshop ini, Anda akan berkata "Yes" untung aku sudah mengambil keputusan untuk mengikuti workshop Grapho for Success yang dilaksanakan pada bulan Desember 2009 ini. Apalagi setelah Anda tahu bahwa, workshop ini telah direkomendasikan oleh Akademi Hipnoterapi Indonesia ( www.akademihipnoterapi.com). Info lebih lanjut kunjungi www.akademihipnoterapi.com
|