| on 06-01-2010 22:27
|
Views : 272 |
Nampaknya benar adanya apabila banyak orang mengatakan “lidah itu tidak bertulang”. Pepatah yang sangat populer ini, bahkan sering membuat orang meragukan apa yang dikatakan siapapun, bahkan meski itu dikatakan oleh anaknya sendiri (bahkan sering saya dengar orang berkomentar “yang bisa menilai kejujuranku adalah orang lain”). Hmmmm aneh juga ya, ternyata banyak orang meragukan pengamatannya sendiri? Tetapi kawan, percayalah, setelah Anda selesai mengikuti workshop “Grapho for Success”, Anda pasti akan bersyukur dan berucap “Terima kasih Tuhan ternyata semua orang (termasuk Aku) sebenarnya selalu jujur”. Kenapa…..? Meski mulut mereka (dan mulut kita) mengatakan hal yang tidak benar, tetapi jari-jemari melalui pena dan tulisan selalu jujur. Jujur tentang diri penulisnya…jujur tentang pandangannya…jujur tentang keyakinannya dan jujur tentang strategi kebertahanan-hidupnya (“survival strategy”). Mungkin memang lidah demikian lenturnya untuk berbohong, tetapi goresan jari-jemari kita dalam membentuk tulisan selalu mengungkapkan kejujuran. Kenapa kejujuran jadi penting? Untuk diri sendiri, ini adalah pangkal dari upaya pengembangan diri dengan arah yang jelas. Kita tidak mungkin berkembang tanpa tahu di mana posisi kita sekarang, apa saja yang mengganggu dan apa saja yang harus dikembangkan. Dengan mempelajari tulisan tangan Anda sendiri, Anda akan tahu dengan sangat jelas “asesori” apa saja yang sedang Anda kenakan. Asesori ?? Iya betul, setiap kita selalu mengenakan berbagai asesori (“pelengkap tambahan”) dalam menjalani kehidupan. Ini semacam template yang mengarahkan bagaimana kita bersikap, emosi apa yang akan kita munculkan dan perilaku seperti apa yang menjadi ciri khas kita. Beberapa asesori yang sering membuat kita kaget (karena kita sering tidak menyadarinya), misalnya:
“supaya diterima orang aku harus selalu menyenangkan hati orang lain”. “supaya aku dianggap hebat, aku harus bekerja melebih standar dan melebihi orang lain”, "karena dulu orang tuaku tidak pernah membelikan mainan, karena mereka miskin, maka sekarang mainan apapun yang diminta anakku harus aku belikan”, “Aku harus melakukan apapun dengan sempurna dan detail, karena kesalahan itu buruk dan memalukan”, “supaya aku diterima dan nyaman, aku harus punya uang ……..milyar, dan rumah seluas…………, dan tiga buah BMW M3 GTR, atau Lambhorgini Murcielargo “Aku sebenarnya merasa “powerless”, loyo dan putus asa”, atau bisa juga “Satu-satunya jalan untuk bisa bertahan adalah dengan menekan perasaan”, karena “sangat berbahaya mengemukakan perasaan apa adanya”. Berbagai “asesori” tersebut di atas, sering sekali menjadi penghambat (“inhibitor”) dalam upaya pengembangan diri kita. Jadi apa sebenarnya hubungann antara urusan asesori ini, dengan tulisan tangan Anda dan saya? (mungkin sebagian dari Anda bertanya). Sederhana, dengan mengamati tulisan tangan, tidak satupun dari kita akan lolos dari ditemukannya berbagai asesori, yang sering tidak nyaman untuk kita akui. Asesori yang menunjukkan berbagai kelemahan yang sering kita coba untuk lupakan , hindari ataupun sanggah. Well…..nobody is perfect ! Untungnya kawan, “temuan” ini bisa kita jadikan sebagai “papan loncat”, yang bisa melentingkan diri kita ke tingkat yang lebih tinggi, ke suatu tempat di mana kita belum pernah mengalaminya. Kelemahan kita (misalnya dalam bentuk perilaku yang menjengkelkan banyak orang, ataupun tutur kata yang pedas), sebenarnya adalah sinyal dari dalam diri kita yang berkata “di sinilah sebenarnya kita harus belajar banyak”. Tulisan tangan membantu Anda mengenali sinyal-sinyal ini. Di lain pihak tulisan tangan sangat bisa menunjukkan segi-segi positif Anda ataupun saya, sehingga memungkinkan kita untuk mengembangkan diri pada arah yang mungkin selama ini belum tersentuh. Siapa tahu Anda yang nampak pemalu, sebenarnya mempunyai potensi menjadi pembicara sukses? Anda yang selama ini merasa terpaksa berkutat dengan kertas dan komputer, sebenarnya berpotensi untuk menjadi artis film? Anda yang capai menjalankan bisnis retail ternyata berpotensi menjadi seorang penulis novel? Anda yang kritis sebagai aktivis lingkungan mungkin berpotensi untuk menjadi guru yang penuh cinta? Who knows?
Bayangkan kalau kita tidak pernah tahu “asesori” ataupun “belief” apa yang sedang menjadi template kehidupan kita, dari mana kita akan memulai upaya pengembangan diri kita ini?
Pada saat di dalam diri kita ada “template” yang berbunyi “people can not be trusted”, bagaimana mungkin kita akan membangun hubungan yang indah dengan pasangan hidup kita? Ataupun dengan tim kerja Anda, kolega bisnis Anda, atau bahkan dengan orang tua kita???!!!
Harus diakui, membutuhkan lebih dari sekedar keberanian untuk mengenali dan menerima diri kita seperti apa adanya. Tetapi, hanya pada saat kita sudah berhasil melewati sebuah perjalanan dan sampai pada titik pencerahan tentang “SIAPA SAYA?”, dan dengan penuh senyum mengenali template yang berbunyi: “I am good as I am”, “I am worthwhile just because I am”, dan “I am OK just the way I am”, saat itulah Anda akan mensyukuri keputusan Anda untuk belajar MEMBACA (kembali). Saat itu, saya yakin Anda akan bergumam: “Keputusan ini adalah sebuah keputusan terindah dalam hidup saya!!!” “Selamat datang di dunia yang penuh kejujuran”
Salam Cinta
P.S. Untuk mengikuti workshop Grapho for Success dan mula mengenal diri Anda seutuhnya, silakan email ke :
cs@akademihipnoterapi.com
|