| on 06-01-2010 22:16
|
Views : 340 |
Bayangkan Anda telah mendaftarkan diri sebagai peserta workshop “Grapho for Success”. Saat itu, Anda telah membuat sebuah keputusan yang luar biasa. Luar biasa karena pada saat sebagian besar dari kita “get on with their life”, Anda memutuskan untuk “belajar membaca!”. Belajar sebuah keahlian yang pernah menjadi salah satu materi pembelajaran paling seru di saat Anda memulai pendidikan formal (beberapa dari Anda bahkan mungkin sudah mengalami masa seru itu jauh sebelum masuk Sekolah Dasar). Sebagian dari Anda, sekarang ini mungkin masih aktif di sekolah, sebagian mungkin kuliah, sebagian sudah bergulat dengan rutinitas pekerjaan atau bisnis, sebagian sedang berpikir membangun karier dan sebagian mungkin sedang sibuk berprofesi sebagai “Professional Mother”. Apapun yang sedang Anda geluti, dengan memutuskan untuk belajar “membaca” (kembali), Anda telah membuktikan pada dunia, bahwa Anda adalah pembelajar sejati, Anda adalah pewaris masa depan. Seperti kata Eric Hoffer:
“In a time of drastic change, it is the learners who inherit the future. The learned find themselves equipped to live only in a world that no longer remains”
Dulu, Anda belajar membaca karena Anda ingin mengerti maksud dan pesan dari bacaan. Sekarang, Anda belajar membaca untuk “membaca” dan memahami pesan terselubung penulisnya (dan itu temasuk diri Anda sendiri), yang diwujudkan dalam pola-pola penulisan dan goresan huruf. Pada saat seseorang menuliskan (dengan tulisan tangan) kalimat “Aku mencintai Isteriku”, tetapi saat menulis kata “mencintai”, ternyata tulisan tertarik (“miring”) ke arah kiri, serta kata “Isteriku” tertulis dengan huruf-huruf yang sulit dibaca……Anda akan dengan keyakinan cukup tinggi mampu mengambil kesimpulan ….penulis ini (mungkin itu Anda sendiri) tidak jujur…dia sebenarnya tidak mencintai isterinya.
Apa gunanya mempunyai kemampuan untuk “menterjemahkan” tulisan jauh melebihi arti kata yang ditulis? Saya tidak akan mengatakan “banyak sekali”, tetapi apabila sebagian dari Anda sekarang (misalnya) sedang mempunyai hubungan yang tidak mulus dengan partner hidup, kolega, atasan, atau bahkan bawahan, maka “kemampuan membaca tulisan” ini akan menyelamatkan hidup Anda. Menyelamatkan ? Ya betul hanya dengan memperhatikan tulisan tangan Anda, maka dengan cepat Anda tahu “bagian mana dari diriku yang mungkin menyebabkan kacaunya hubungan ini?” Di situ, di dalam tulisan tangan Anda akan terpapar dengan jelas kenapa Anda mempunyai hubungan yang tidak mulus dengan pasangan hidup, kolega, atau bahkan atasan di kantor. Di situ…di dalam tulisan tangan Anda, Anda dengan jujur “mengatakan” …”aku tidak mencintai isteriku”…atau “aku sebenarnya merasa tidak berharga di depan wanita”….atau “aku sebenarnya suka ragu”. Apabila “ungkapan jujur” ini segera dinetralisir, maka kehidupan Anda (termasuk hubungan dengan orang-orang tercinta dan kolega Anda) selanjutnya akan terselamatkan dan jadi jauh lebih baik.
Perilaku dan sikap seseorang adalah produk dari “kesimpulan dan keyakinan seseorang” tentang berbagai hal di sekelilingnya. Pada saat seseorang “menyimpulkan dan meyakini” bahwa “berjalan di depan orang tua harus sedikit membungkuk” (ini bisa Anda amati pada adat istiadat orang Jawa), maka begitu orang tersebut berjalan dan melewati orang tua OTOMATIS badannya akan membungkuk. Otomatis ! Kalaupun dia berusaha melawan, tetap saja “ada yang tidak enak” di dalam pikirannya. Ada rasa bersalah, ada rasa bodoh, ada rasa sedang melakukan perlawanan, ada rasa tidak terhormat. Sekali lagi perilaku merupakan produk dari “kesimpulan dan keyakinan diri” (yang mungkin sudah disimpulkan dan diyakini selama bertahun-tahun). Demikian juga dengan tulisan tangan, ini adalah produk dari “kesimpulan dan keyakinan”. Kenapa Anda menulis huruf “g” dengan ekor yang meliuk-liuk, sedangkan pasangan hidup Anda menulisnya dengan ekor menggelembung, itu semua adalah produk “kesimpulan dan keyakinan” Anda. Silahkan dikaji lagi, “pernahkah orang meminta Anda untuk menulis huruf *g* dengan ekor meliuk-liuk begitu?” Kalau toh pun ada, misalnya guru atau pacar, tapi kenapa Anda ikuti? Siapa yang memutuskan untuk menggerakkan pena sehingga menghasilkan huruf *g* dengan ekor meliuk? Anda…..dan Anda….dan Anda…tidak ada orang lain yang menggerakkan jemari dan pena Anda. Tulisan Anda (dan tulisan setiap orang) adalah produk dari “kesimpulan dan keyakinan”nya tentang dirinya dan interaksi dirinya dengan lingkungannya.
Pertanyaan saya sekali lagi “Siapa yang memutuskan menggerakkan jari-jemari dan menggerakkan pena sehingga membentuk huruf *g” dengan ekor aneh itu? Huruf “P” dengan kepala seperti balon? Tanda tangan seruwet benang kusut itu? Jawabnya: KITA SENDIRI ! dan ini disetir oleh “kesimpulan dan keyakinan” yang mungkin sudah kita buat berpuluh-puluh tahun yang lalu. Bisa jadi di waktu yang lampau orang tersebut pernah melihat atau mendengar bahwa orang yang punya masalah dengan sex, hidupnya jadi sulit (mungkin dia melihat perceraian, pertengkaran, ataupun kesedihan). Berdasar kejadian tersebut orang tersebut “mengambil kesimpulan” dan kemudian “meyakininya”. Sehingga, di saat dia sendiri sedang mengalami gangguan pada fungsi sexualnya, dia jadi gelisah, gugup dan bingung, dan akhirnya muncul dan mengemuka dalam perilakunya sehari-hari (termasuk pada pola-pola tulisan tangannya). Ilustrasi ini menunjukkan pada kita bahwa apa yang kita “simpulkan dan yakini” pada masa lalu membentuk masa kini kita, membentuk hidup kita saat ini. Hal yang sama akan terjadi pada masa depan kita. Masa depan kita sangat ditentukan oleh “kesimpulan dan keyakinan” kita saat ini (dan juga keyakinan masa lampau). John Schaar dari The University of California, dalam puisinya yang berjudul “The Future”, menuliskan: The future is not a result of choices among alternative paths offered by the present, but a place that is CREATED, first in mind, next in will, then in activity The future is not some place we are going to, but a place we are creating. The paths are not to be discovered, but MADE, and the activity of making the future changes both the maker and the destination
Intinya, masa depan kita adalah sebuah KREASI, dan harus DIBUAT. Oleh siapa? Oleh kita sendiri. Apa yang kita tanam kemarin dan hari ini, akan kita tuai satu minggu atau satu tahun dari sekarang (bahkan sepuluh tahun dari sekarang). Memahami tulisan tangan adalah sama dengan memahami diri kita sendiri (dan orang lain). Memahami di sini bukan hanya sekedar tahu perilaku dan sikap seseorang, tetapi lebih jauh, karena ini adalah upaya memahami “kesimpulan dan keyakinan” yang membentuk dan menyetir perilaku dan sikap seseorang. “Kesimpulan dan keyakinan” ini adalah “tanaman” kita yang ada sekarang, dan akan kita (saya dan Anda) tuai satu minggu, satu tahun atau bahkan sepuluh tahun dari sekarang. Memahami tulisan tangan berarti melakukan inventarisasi “tanaman keyakinan” (“belief”) Anda, dan membantu Anda untuk memutuskan “mana tanaman yang akan dirawat terus, dan mana yang harus disiangi dan dikeluarkan dari kebun pikiran Anda”. Apakah “tanaman” yang berbentuk “Aku orang tidak berguna dan selalu melakukan kesalahan” perlu Anda rawat dan tunggu-tunggu “buahnya”?
Salam Cinta P.S. Untuk mengikuti workshop Grapho for Success dan mula mengenal diri Anda seutuhnya, silakan email ke : cs@akademihipnoterapi.com |