<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>eZyLife</title>
	<atom:link href="http://ezylife.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ezylife.net</link>
	<description>Where Life Is Meant To Be Easy</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Jan 2011 14:42:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
		<item>
		<title>Simple Steps to Happiness</title>
		<link>http://ezylife.net/simple-steps-to-happiness/</link>
		<comments>http://ezylife.net/simple-steps-to-happiness/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2011 14:06:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Grapho</dc:creator>
				<category><![CDATA[articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ezylife.net/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat pelajaran peribahasa sewaktu sekolah di SD yang berbunyi “Berakit-rakit ke hulu, Berenang-renang ke tepian? “. Masih? Ok …..kemudian apa kelanjutan dari kalimat tersebut di atas?. Sebagian besar dari Anda, saya yakin akan menjawab “Bersakit-sakit dahulu, Bersenang-senang kemudian”. Hebat ! ingatan Anda masih sangat bagus, tetapi apa Anda juga masih ingat apa arti dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Exelso-two1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-229" title="Exelso two" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Exelso-two1.jpg" alt="" width="162" height="123" /></a>Masih ingat pelajaran peribahasa sewaktu sekolah di SD yang berbunyi “<strong><em>Berakit-rakit ke hulu, Berenang-renang ke tepian?</em></strong> “. Masih? <em>Ok</em> …..kemudian apa kelanjutan dari kalimat tersebut di atas?. Sebagian besar dari Anda, saya yakin akan menjawab <strong><em>“Bersakit-sakit dahulu, Bersenang-senang kemudian”.</em></strong> Hebat ! ingatan Anda masih sangat bagus, tetapi apa Anda juga masih ingat apa arti dari peribahasa tersebut, seperti yang diberikan Bapak atau Ibu Guru? Hmmmmm…pasti jawabannya akan bervariasi, tapi secara umum pasti “<strong><em>untuk mencapai sesuatu yang berharga, kita harus berusaha keras dan sering harus berdarah-darah terlebih dahulu</em></strong>”.</p>
<p>Saya tidak tahu apa yang membekas pada diri Anda dari peribahasa di atas, tetapi yang jelas peribahasa itu sangat “membentuk” hidup saya sebelumnya (artinya bukan yang beberapa tahun terakhir ini). Peribahasa itu menimbulkan sebuah “<em>guidelines</em>” yang tertulis dalam tinta emas di dalam otak saya. Pada masa-masa “jahiliyah” dulu (ini adalah nama yang saya berikan untuk jaman di mana hidup saya masih ngaco nggak karu-karuan dulu), saya sangat percaya dengan konsep “berdarah-darah, sebelum sesuatu yang berharga didapat”. Waktu itu saya bekerja “<em>membanting tulang</em>” (minimal sekuat yang bisa saya lakukan sebagai seorang dosen) dan berhemat habis-habisan demi melewati hari demi hari dan “<em>masa depan</em>” yang gemilang. Pada saat itu semua yang saya lakukan adalah “bulan ini lewat” dan “demi masa depan”. Pada saat itu adalah <em>sah (menurut saya) </em>kalau kami sekeluarga harus dalam keadaan sulit. Pada saat itu adalah <em>sah</em>, kalau saya sewot pada Isteri saya yang (menurut saya) “tidak bisa berhemat”. Pada saat itu adalah <em>sah</em>, kalau saya harus bekerja sampai habis-habisan, toh demi <em>masa depan</em> juga. Pada saat itu <strong><em>kesulitan adalah sah</em></strong>, karena itu adalah <em>jalan menuju masa depan yang gemilang</em>. “<em>Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian</em>”. Pada saat itu adalah sah, kalau saya rajin bekerja dan kalau perlu lebih rajin dari yang lain supaya “boss” suka dan pekerjaan saya dinilai baik (dan artinya saya aman karena saya akan tetap punya pekerjaan, syukur-syukur naik pangkat …lagi-lagi “<em>berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian</em>”, dan punya pensiun layak). Apa pensiun? Yaaaah…kata inilah yang dahulu menjadi motivasi terbesar saya dalam bekerja . Waktu itu saya benar-benar bekerja supaya bisa pensiun (nantinya….harapannya….<em>one day</em>….30 tahun dari waktu itu) dan tetap hidup layak.</p>
<p>Layak ??? Itulah kemudian yang pertanyaannya. Kenapa ? karena pada saat itupun saya tidak tahu layak itu seperti apa? Dengan gaji yang saya dapat waktu itu, dan selalu berpikir ke arah masa depan, kata “layak” adalah sesuatu yang tidak pernah mempunyai definisi yang jelas. Berpikir tentang “layak”pun saya tidak berani. Akibatnya, bukannya hidup kami sekeluarga semakin membaik, tetapi malahan semakin hancur-hancuran. Karir juga nggak hebat-hebat amat, keuangan keluarga morat-marit dan parahnya <em>relationship</em> saya dengan anak dan isteri menjadi “<em>breaking to pieces</em>”, alias hancur berkeping-keping. Dalam kebingunan kehidupan, untungnya Tuhan memberikan sebuah petunjuk yang sangat luar biasa dan mendorong kami untuk “hijrah”. Hijrah secara fisik, saya, isteri dan anak-anak saya pindah dari kota yang sudah lebih dari 10 tahun kami tinggali, dan hijrah pemikiran, saya bertemu dengan mentor-mentor kehidupan yang luar biasa dan memperlajari ilmu-lmu baru tentang kehidupan.</p>
<p>Bagaimana nasibnya dengan “<em>Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian</em>”? Berkat mentor-mentor saya itu, dan juga berpuluh-puluh buku yang saya baca, plus CD dan DVD yang saya beli lewat <em>amazon.com</em>, konsep yang ditanamkan guru SD saya itu bisa saya maknai dengan lebih baik. “Waktu itu guru SD saya hanya menjalankan tugas sebaik yang dia bisa, dan <em>banyak jalan mudah</em> menuju ke <em>tepian </em>atau tepatnya <strong><em>kebahagiaan</em></strong> “.</p>
<p><strong><em><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Exelso-Satu.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-226" title="Exelso Satu" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Exelso-Satu.jpg" alt="" width="216" height="174" /></a>A Blend of Excitement in Every Sip</em></strong>”, kata kopi <strong><em>Excelso</em></strong>. Kenikmatan dan keasyikan di setiap “<em>sruputan</em>” nya (apa ya bahasa Indonesianya “<em>sip</em>”? kalau bahasa Jawa…ya “<em>sruput</em>” itu he…he..he).<a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Exelso-two.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-228" title="Exelso two" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Exelso-two.jpg" alt="" width="162" height="123" /></a></p>
<p>Kesalahan fatal yang saya lakukan di jaman “jahiliyah” saya adalah, tidak menikmati dan mensyukuri setiap <em>moment </em>dan setiap detik dari hidup saya. Pemikiran bahwa “masa sekarang adalah masa berakit-rakit ke hulu, alias masa bersakit-sakit, selalu menjadi pengesahan bahwa hidup sulit , penuh stress, penuh kemarahan, penuh duka, penuh onak, itu okey saja dan <strong><em>bahkan harus</em></strong>”. Waktu itu saya dan kami sekeluarga melewatkan setiap detik kehidupan kami, tanpa pernah bisa menikmati dan mensyukurinya. <em>Pantesan </em>waktu itu bagi saya dan isteri saya, rasanya hidup hanyalah sebuah perjalanan yang ujungnya nampaknya <em>jauuuuuuuuhhh </em>sekali.</p>
<p>Dalam kondisi selalu berpikir ke depan dan dibayangi “<em>berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”</em> kadang sering memang menjadi sulit untuk bisa menikmati <em>every moment</em> dari kehidupan kita. Padahal, itulah sebenarnya “<em>langkah sederhana for happiness</em>”. Dengan menikmati hidup pada setiap “moment” nya, hati kita akan terus dipenuhi rasa terima kasih, syukur dan cinta. Setiap <em>moment</em> itu bukan harus untuk dilewati (karena kita tidak sedang dalam perjalanan menuju ke suatu tempat yang jauh), tapi setiap moment adalah keindahan dan karunia baru yang dihadiahkan khusus oleh Tuhan kepada kita dan hanya untuk kita. <em>Every moment counts</em>, itu istilah <em>cas cis cusnya</em>….</p>
<p>Kalau <strong><em>Exelso</em></strong> menyebutkan “….<strong><em>excitement of every sip</em></strong>”, coba bayangkan apa artinya dan rasanya di dalam hati kita! Asyik bukan? <em>Sip</em> demi <em>sip</em>, <em>seruput</em> demi <em>seruput</em>, dan emmmm ……terasa sekali enak dan nikmatnya kopi kan? Bedakan kalau Anda asal saja minum seluruh isi cangkir sambil berlari karena ketinggalan jemputan kantor. Untuk Anda yang bukan penikmat kopi, Anda boleh bayangkan <em>magic moment</em> ini dengan menikmati detik demi detik, pandangan penuh harap putera Anda saat <em>Play Station</em>nya macet. Bisa juga Anda nikmati naik turunnya dada dan perut puteri Anda, saat sedang tertidur di sofa, naik…turun…naik…turun…dan saat perutnya tidak bergerak…Anda sedikit cemas, dan kemudian bergerak lagi…dan Anda mengucap Alhamdulillah. “….<strong><em>excitement of every sip</em></strong>”, bisa juga Anda nikmati dalam bentuknya sejuknya usapan udara pagi pada wajah Anda ketika Anda membuka jendela kamar Anda pagi ini, detik demi detik, dan rasakan hisapan udara demi hisapan yang masuk ke paru-paru Anda, moment demi moment. Setelah itu, nikmati saat Anda menghembuskannya haaaaaaaahhhhh….asyik sekali bukan? <em>That is happiness</em>, itu adalah <em>moment</em> <em>kebahagiaan</em> yang sebenarnya ada setiap saat, dan ada untuk Anda, tapi kadang sering terlewati.</p>
<p>“Sekarang tanggal 26 dan besok adalah hari terakhir saya harus melunasi tagihan kartu kredit saya, padahal uang mepet, belum lagi anak saya sakit panas sudah 2 hari, plus kerjaan di kantor masih numpuk, plus isteri bilang tagihan telpon bulan ini belum dibayar, bagaimana saya bisa happy?”</p>
<p>Benar, sering sangat sulit menjadi bahagia, pada saat semuanya seolah-oleh <em>mengejar</em> kita. Pada saat kondisi seperti ini, bukannya kemudahan dan penyelesaian, tapi seringnya justru berbagai kesulitan baru muncul, menumpuk dan bertumpuk pada kesulitan sebelumnya yang belum juga teratasi. Berat memang rasanya, saya bisa mengerti itu, saya pernah dalam situasi seperti itu dan tidak hanya sekali.</p>
<p>Teman, saya tidak tahu dengan Anda, tapi lebih dari 20 tahun saya sekolah (dari TK sampai Doktor), seingat saya tidak ada satu pelajaranpun tentang “kebahagiaan, dan cara mencapainya” yang pernah saya dapat. Agak aneh memang, suatu kondisi yang didambakan oleh setiap orang, tetapi sekolah kita (yang kita agung-agungkan sebagai <em>jalan </em>menuju keberhasilan hidup) tidak sedikitpun membahas tentang “kebahagiaan” ini. Tidak heran kalau kita akhirnya lebih sering men”<em>cantol</em>” kan kebahagiaan dengan pemenuhan diri dari segala hal yang kita inginkan (habis memang belum dapat ilmunya sih?!). Kita akan bahagia pada saat anak naik kelas dengan rata-rata 9, kita akan bahagia pada saat berhasil dapat  komisi besar, kita akan bahagia kalau punya suami ganteng dan setia, kita akan bahagia pada saat berhasil mencapai level <em>Diamond</em> dalam sebuah multi level bisnis, dan kita akan merasa bahagia pada saat trading valas kita menghasilkan profit berlipat-lipat. Di sini Anda bisa lihat bahwa semua syarat dan kriteria kebahagiaan umumnya tidak berasal dan asli dari diri kita, tetapi lebih merupakan adopsi nilai dari luar diri kita (dan anehnya sering  kita tidak mempunyai kontrol 100% terhadap berbagai aspeknya). Tidak heran apabila kita lebih sering kecewa dan menjadi <em>unhappy</em>, karena yang kita inginkan ternyata tidak kita dapatkan. Kenapa? karena nilai yang kita pakai bukan nilai yang kontrolnya ada pada diri kita. Anak naik kelas dengan nilai rata-rata 9….punyakah Anda kontrol 100%? Tidak. Ada suasana kelas yang berisik, ada pembuat soal yang tidak peduli dengan pemikiran anak kelas 4 SD dan sebagainya.</p>
<p>Dapat komisi Rp. 25 juta karena berhasil jual property, punyakah Anda kontrol 100% tentang itu?? Tidak. Ada buyer yang menawar, ada perusahaan agen yang membuat aturan komisi, ada inflasi, ada bank yang memotong fee bulanan tabungan, ada…macam-macamlah. Bagaimana dengan dapat suami ganteng, punyakah Anda 100% kontrol? Tidak, …..mungkin dia ganteng tapi tangannya ringan banget untuk bermain silat, dan saking gantengnya dia, cewek sekantor berebut menemani suami Anda untuk rapat? Jelas di sini kebahagiaan Anda telalu banyak dikontrol oleh pihak lain. Makanya sulit untuk didapat dan dinikmati.</p>
<p>Kawan, sebenarnya ada langkah sederhana untuk mencapai kebahagiaan itu. Anda mau mencoba? Pertama, pandang bahwa bahagia bukanlah sebagai sebuah “hadiah”, ataupun “reward”, tetapi pandanglah sebagi sebuah <em>skill</em> atau keahlian. Iya betul bahagia itu perlu dilatih. Latihan yang terus menerus akan menjadikan Anda sebagai ahli kebahagiaan alias seorang “master of happiness”.</p>
<p>Kebahagiaan adalah seperti sebuah keahlian naik sepeda. Harus dipelajari langkah-langkahnya, dan dipelajari dengan penuh suka cita pula. Anda bisa bayangkan saat Anda belajar naik sepeda dulu? Ada suka cita, ada harapan, ada ketawa, ada luka kecil, dan akhirnya voilla…tanpa disadari Anda sudah bersepeda keliling perumahan. Coba misalnya saat belajar naik sepeda Anda dipenuhi ketakutan, tekanan, dan kebingungan, mungkin Anda berhasil naik sepeda, tapi Anda jelas melewatkan asyiknya kehidupan pada saat belajar itu. Jadi mulai sekarang belajarlah untuk bahagia, kapanpun dan dalam kondisi bagaimanapun.</p>
<p>Nikmati dan syukuri setiap <strong><em>moment</em></strong> dalam kehidupan Anda, ini adalah langkah emas untuk belajar mencapai keahlian <em>happiness</em>. Apapun yang muncul dalam setiap detik kehidupan Anda, pasti sudah terencana dan mempunyai tujuan. Tidak mungkin ada kejadian dalam hidup kita yang terjadi secara acak. Sakit punggung yang menyengat saat ini, ataupun dipecatnya Anda dari pekerjaan Anda 2 hari yang lalu, pasti punya tujuan. Anda punya pilihan untuk melihat “sakit punggung yag menyekat” sebagai sakit dan Anda sangat sial sekali …..atau itu merupakan “<em>sapaan Tuhan</em>” yang berkata “Bayu…sudah saatnya kamu berolahraga dan memperhatikan badanmu…duduk terus dan menulis seperti itu tidak sehat!”.  Pada saat saya menerima “urusan punggung menyengat” itu sebagai “<em>sapaan Tuhan</em>”, kira-kira ucapan apa yang akan ke luar dari bibir saya ??? <em>Alhamdulillah Tuhan</em>, <em>Engkau</em> memperhatikan aku…dan ini adalah kebahagiaan. Mau mencoba “<strong><em>simple steps for happiness</em></strong> saya ?”</p>
<p><strong><em><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Exelso-two.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-228" title="Exelso two" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Exelso-two.jpg" alt="" width="162" height="123" /></a>“Every sip counts” itu kata Exelso.</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ezylife.net/simple-steps-to-happiness/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pancarkan Pesonamu Dunia perlu Tahu</title>
		<link>http://ezylife.net/pancarkan-pesonamu-dunia-perlu-tahu/</link>
		<comments>http://ezylife.net/pancarkan-pesonamu-dunia-perlu-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 16:22:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Grapho</dc:creator>
				<category><![CDATA[articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ezylife.net/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Harus diakui bahwa kita kadang berada dalam saat-saat yang tidak terlalu nyaman. Rasanya down gitu, dan apapun yang kita lakukan rasa-rasanya tak membuahkan hasil. Apapun terasa tak mengenakkan, serba kusam, sempit dan menekan. Situasi dan kondisi seperti in jelas tidak mengenakkan dan pasti tidak produktif. Kalau kebetulan saat ini Anda mengalaminya, Anda tidak sendiri, banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Bearband.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-210" title="Bearband" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Bearband.jpg" alt="" width="164" height="217" /></a>Harus diakui bahwa kita kadang berada dalam saat-saat yang tidak terlalu nyaman. Rasanya <em>down gitu</em>, dan apapun yang kita lakukan rasa-rasanya tak membuahkan hasil. Apapun terasa tak mengenakkan, serba kusam, sempit dan menekan. Situasi dan kondisi seperti in jelas tidak mengenakkan dan pasti tidak produktif. Kalau kebetulan saat ini Anda mengalaminya, Anda tidak sendiri, banyak yang sedang mengalami saat semacam itu. Jadi santai saja, ada koq cara menghadapinya dan mudah sekali.</p>
<p>Nanti selama Anda membaca artikel ini, saya akan berbagi dengan Anda cara sederhana untuk menghadapi situasi dan kondisi yang tidak mengenakkan tersebut. Situasi dimana Anda merasa tidak sabar, marah pada diri sendiri, marah pada orang lain, bingung, capai berpikir terus menerus dan tanpa hasil, mentok alias facing the dead end, dan merasa menjadi korban keadaan. Untuk sementara silahkan lihat iklan susu <strong><em>Bear Brand</em></strong> di sebelah kiri judul tulisan ini, dan tesenyumlah dan sebarkan senyum Anda ke sekeliling Anda, kepada partner hidup Anda, kepada putra-putri Anda, kepada orang tua Anda, pada pada bunga di  depan rumah Anda dan pada Tuhan. Please terus bersama saya, kata demi kata dan kalimat demi kalimat, Saya pastikan Anda akan tercerahkan.</p>
<p>Pada saat hidup terasa menyesakkan dada, rasanya seluruh teman kabur dan menjauh dari kita, rasanya barang-barang jadi terasa mahal, rasa-rasanya buku-buku pengembangan diri jadi tumpul dan tidak bermanfaat, rasa-rasanya segala saran terasa hambar dan tidak mencerahkan. Kawan, kalau ini yang terjadi cepat-cepatlah berhenti berpikir (benar-benar berhenti seperti pada saat DVD player kita pencet tombol pause-nya), dan tarik nafas panjang serta ucapkan Allah Maha Besar, dan tunduklah dan terus ucapkan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.</p>
<p>Kawan, kehidupan ini penuh dengan pilihan, dan bahkan hidup itu sendiri berawal dari sebuah pilihan (memilih untuk hidup atau tidak). Di sini sebetulnya titik <strong><em>start</em></strong> kita dalam menjalani kehidupan ini. Jadi nikmati saja pada saat engkau harus mengambil keputusan untuk memilih. Memilih untuk menjalani atau tidak, memilih untuk belajar atau tidak, memilih untuk menikmati atau tidak, memilih untuk merasa tertekan atau merasa bebas dan memilih untuk mendapatkan hasil akhir yang hanya sekedar hidup atau memiliki kehidupan yang mudah dan nyaman. Semua harus dipilih, karena pilihan akan menjadi <strong><em>road map</em></strong> dari setiap tapak dan setiap detik kehidupan kita.</p>
<p>Mungkin Anda sudah sering mendengar dari para guru kehidupan bahwa kehidupanmu tergantung pilihanmu. Anda menjadi kaya atau miskin itu tergantung dari pilihan Anda. Anda mendapatkan partner hidup yang sangat mencintai Anda atau tidak itu tergantung dari Anda, bahkan Anda sakit ataupun tidak itupun pilihan Anda. <em>Well </em>……itu semua benar dan nampaknya enak untuk didengarkan dan dibaca, tapi bagaimana dong sebenarnya mekanismenya?</p>
<p>Banyak sudah yang memberikan alasan dengan berbagai teori yang canggih-canggih termasuk begitu kita berpikir maka alam semesta akan mendengarkan dan me-respon pikiran kita, <strong><em>like attracts like</em></strong> begitu kalimat kerennya. Bahkan buku <strong><em>The Secret</em></strong> telah membahas hal itu dengan begitu mendalamnya (dan itu diikuti oleh berbagai buku yang ditulis oleh para <em>guru </em>kontributor <em>The Secret</em>). Saya yakin apa yang dijelaskan oleh para guru kehidupan itu benar (mereka dan banyak orang lain telah membuktikan kebenarannya). Kebenaran itu menjadi lebih mudah dimengerti setelah saya membaca berbagai temuan mutakhir tentang otak sebagai pusat pengendali maju mundurnya badan kita, yang tentunya mempengaruhi maju mundurnya kehidupan kita.</p>
<p>Otak kita, yang secara mudah bisa kita sebut saja sebagai <strong><em>unit pemroses sentral</em></strong> (UPS), karena fungsinya sebagai pengendali utama tubuh kita, sebenarnya tidak se-<em>primitif</em> yang dipikirkan kebanyakan orang. Otak kita ternyata sangat pintar (pasti saja he…he…), dan kepintaran ini ternyata bertolak pada kemampuan dasar otak untuk selalu <em>menyesuaikan diri dengan keadaan</em> (kemampuan ini disebut <strong><em>brain plasticity</em></strong>). Pada saat kita memilih untuk berpangku tangan dan bersedih, maka otak kita juga menyesuaikan untuk hanya bekerja pada sel-sel otak (“neuron”) yang berhubungan dengan berpangku tangan dan bersedih itu saja. Neuron-neuron yang lain akan tidak aktif, dan kalau keterusan neuron-neuron lain itu (misalnya yang berkaitan dengan kreativitas, kemampuan bicara, kemampuan untuk melihat dengan jeli dll) akan memutuskan koneksinya dengan neuron-neiron lainnya (sehingga antar neuron menjadi saling terisolasi dan proses tukar data terhenti), dan bahkan neuron-neuron itu akan mati.  Proses yang sama bisa Anda amati pada orang yang kena stroke. Apabila kebetulan penderita stroke itu kemudian tangan kanannya tidak bisa digerakkan (karena adanya masalah pada kelompok neuron motorik yang membawa sinyal untuk menggerakan tangannya), dan penderita tersebut menyerah demikian saja, dan tidak melatih tangan kanannya itu, maka selamanya tangan kanan itu menjadi tidak bisa digerakkan. Kenapa? Karena sekelompok <strong><em>neuron di</em></strong> <strong><em>pusat</em></strong> <strong><em>kendali</em></strong> di otak yang biasanya mengendalikan gerakan tangan kanan (dan ini berbeda kelompok dengan pengendali tangan kiri), sekarang <strong><em>liburan</em></strong> alias santai-santai dan tidak pernah kerja lagi dan akhirnya neuron-neuron tersebut mengalami atropi (alias mengkerut dan jadi tidak berfungsi). Sel-sel otak kita atau neuron mengikuti sebuah hukum alam <em>brain plasticity</em>, yakni <strong><em>use it or loose it</em></strong>. Pada saat kita tidak menggunakan otak kita dengan maksimal maka kegagalan hidup Anda sebenarnya sudah bisa dideteksi lebih dini dengan melihat pada <em>semakin berkurangnya sel-sel otak</em> atau neuron di dalam kepala Anda. Dengan berkurangnya sel otak otomatis semakin berkurang juga kemampuan kita untuk berkarya dan jelas itu adalah awal dari kehancuran kehidupan kita.</p>
<p>Terus apa hubungan antara perasaan tertekan, bingung, marah pada diri sendiri, dan jengkel dengan <em>brain plasticity</em> ini?  Hubungannya sangat erat <em>boss</em>, riset terakhir berhasil menemukan bukti bahwa dalam kondisi stress, marah, tertekan dan bingung, sel-sel otak khususnya di bagian <em>hippocampus</em> (bagian yang penting untuk merubah memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang) mengalami <strong><em>kematian rame-rame</em></strong>! Dan ini sangat <em>berabe</em>, karena matinya sel-sel di hippocampus menyebabkan orangnya jadi tidak kreatif, alias nggak bisa mikir, mampet, macet dan bundet. Kenapa bisa begini? Karena akses ke memori jangka panjang (hasil pembelajaran sebelumnya) macet, dan meskipun belajar lagi data terakhir tidak bisa di <em>save </em>ke memori jangka panjang. Abis deh pokokny kalau ini sudah terjadi. Terus apa ini permanen? Untungnya tidak, dengan daya <em>plasticity</em>-nya otak selalu mampu memperbaiki diri dan menymbngkan kinerja yang maksimal. Contoh paling keren adalah berhasilnya para penderita stroke yang semula “<em>mati”</em> sebelah untuk kembali bergerak normal, setelah memaksakan diri melatih tangan atau kakinya yang semula lumpuh. Contoh lain adalah berhasilnya <em>Michelle</em> seorang cewek berumur 23 tahun dari Virgina Amerika Serikat untuk menjalani hidupnya dalam kondisi yang hampir setara dengan kehidupan orang-orang “<em>normal</em>” lainnya. Apa hebatnya Michelle? Dia terlahir hanya dengan otak sebelah kanan (bagian kepala sebelah kirinya kosong karena memang sejak lahir Michelle tidak mempunyai otak sebelah kiri). Menurut penalaran “lama” tidak mungkin orang dengan hanya otak sebelah kanan bisa hidup normal, dan bisa menggerakkan tangan kanan, bisa berbicara dan hal-hal lain yang biasanya dikendalikan oleh otak kiri. Tetapi, Allah Maha Besar, justru karena hanya mempunyai otak kanan, maka otak kanan Michelle telah mengembangkan diri untuk bisa mengambil alih tugas-tugas yang biasanya dilakukan oleh otak kiri. Ini terjadi karena Micehelle terus melatih diri dan terus berusaha untuk bisa memaksimalkan apa yang dia punya. Apa yang bisa kita ambil dari cerita Michelle? Kesuksesan berawal dari pilihan kita, dan itu dimulai dari keputusan kita untuk menggunakan otak kita atau tidak. <strong><em>Use it or loose it.</em></strong> Apa yang terjadi dengan sebagian dari kita dan orang-orang disekeliling kita? Begitu ada sedikit masalah, stress, ngambeg, macet, marah-marah dan apatis. Di satu sudut Michelle yang hanya berotak sebelah saja bisa memaksimalkan otaknya dan memaksa sel-sel otaknya untuk “tumbuh” dan hidup dengan keberhasilannya, eh …kita hanya gara-gara masalah sedikit malahan “membunuh” sel-sel otak kita sendiri (ingat stress menyebabkan kematian sel-sel di <em>hippocampus</em>?). Jadi bagaimana friends?</p>
<p><strong><em>Terima dahulu</em></strong> bahwa Anda sedang <em>feeling</em> nggak enak. Tenang dulu, <strong><em>COOL</em></strong> dulu (seperti pesan rokok <strong>L.A</strong> yang <em>cool</em> karena <strong><em>100% dari menthol alam</em></strong>) . <strong><em>Akui </em></strong>bahwa Anda sedang merasa kacau dan kesal atau apapun yang sedang Anda rasakan. Adalah <strong><em>sangat alami</em></strong> kalau Anda merasa marah, jengkel, bingung, ataupun muak. Anda adalah manusia biasa, dan sedang dalam proses belajar untuk<a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/CoolLA.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-211" title="CoolLA" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/CoolLA.jpg" alt="" width="95" height="138" /></a>meng-handle emosi (ini adalah pembelajaran pertama, meski mungkin Anda sudah kuliah bertahun-tahun, karena meng-handle emosi tidak pernah diajarkan secara formal). Jadi terima saja dulu apa yang Anda rasakan.</p>
<p>Setelah Anda terima, dan Anda akui kemudian ucapkan: <em>“Meskipun aku merasa kesal, marah, jengkel, bingung, muak atau….. (silahkan isi sendiri sesuai dengan apa yang Anda rasakan), aku tetap mencintai diriku secara mendalam dan seutuhnya”.</em> Ucapkan kalimat ini 3 sampai 4 kali, sambil Anda <strong><em>memeluk diri</em></strong> Anda sendiri dengan penuh cinta (lakukan kegiatan ini di tempat yang <em>private</em> supaya orang tidak berpikir macam-macam tentang Anda). Kemudian….?</p>
<p><strong><em><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Bearbrand-kecil.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-212" title="Bearbrand kecil" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Bearbrand-kecil.jpg" alt="" width="58" height="76" /></a>Pancarkan pesonamu</em></strong>, itu pesan <strong><em>Bear Brand</em>. </strong>Pada saat hidup terasa menyesakkan dada, ambil keputusan untuk tetap <em>in control of your life</em>, dan pancarkan pesonamu, berbagilah! Maksudnya? Bukannya Anda menyerah pada keadaan dan terperangkap pada perasaan apatis, sedih, takut, dan marah (karena dengan begini Anda tahu bahwa Anda sedang <em>membunuh</em> sel-sel otak sendiri), tetapi justru ini saatnya Anda <strong><em>memancarkan</em> <em>cinta</em></strong> pada sekeliling Anda. Cinta adalah produk “<strong><em>Yang Terbaik dari Alam” </em></strong>(seperti pesan <strong>Teh Kotak</strong>).<a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Tehkotak.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-213" title="Tehkotak" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Tehkotak.jpg" alt="" width="123" height="163" /></a></p>
<p>Cinta ini bisa Anda wujudkan dalam bentuk <em>berbagi kemampuan</em> atau <em>kelebihan </em>Anda pada orang-orang di sekitar Anda. Kenapa berbagi? Karena esensi cinta adalah memberi (“to give”) dan bukan meminta. Pada saat kita sedang dirundung pusing ataupun marah, initiatif <strong><em>memberi</em></strong> akan melunturkan berbagai kemarahan dan kejengkelan di dalam dada. Cobalah!<a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Smart.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-214" title="Smart" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Smart.jpg" alt="" width="110" height="121" /></a></p>
<p>Ok aku mau berbagi, konkritnya gimana donk? Begini, misalnya Anda sangat menyukai membaca artikel, atau Anda suka memetik gitar, pasti Anda punya ilmu lebih yang berasal dari membaca artikel itu ataupun memetik gitar itu. Kalau misalnya dari membaca, mungkin ilmu itu tentang merawat tanaman hias, mungkin ilmu itu tentang fotografi, mungkin tentang pendidikan, atau tentang akutansi, atau bahkan mungkin tentang bagaimana memilih durian. Pada saat stress, marah dan berbagai emosi negatif melanda, itu adalah saat yang pas untuk memancarkan dan membagi dengan gratis “ilmu” simpanan itu (seperti <strong><em>Smart</em></strong> yang membagi-bagi HP nya dengan GRATIS). Lho koq bisa? Coba rasakan pada saat Anda kesal, marah, jengkel, apa yang Anda rasakan di dada atau ulu hati ? Tekanan, gumpalan! Betul. Nah dari pada tekanan atau gumpalan itu ada dan mangkal di tubuh kita, mending kita berbagi dan memancarkan sesuatu yang positif dari dalam tubuh ke kita ke sekeliling kita. Dengan begitu, tekanan di dada dan ulu hati akan otomatis luntur, dan menghilang. Menghilang maksudnya <em>dissapear</em>, wuss hilang? Benar!, hanya saja ada syaratnya. Pada saat berbagi, pada saat dipancarkan harus diliputi dengan <strong><em>cinta</em></strong>, bukan hanya asal-asalan saja. Nah sebenarnya karena kita melakukan yang kita sukai dengan penuh cinta,  maka tekanan dan emosi negatif yang ada jadi ikut luntur, ikut mencair dan tergantikan dengan emosi positif yang menyenangkan.</p>
<p><strong><em><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/she.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-215" title="she" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/she.jpg" alt="" width="117" height="128" /></a>Sebarkan harum manismu</em></strong>, itu pesan <strong><em>She</em></strong>. Wah, ini berarti kalau mau berbagi betul-betul bagilah yang harum dan manis, alias dengan penuh cinta. “<em>Penyebaran harum yang manis”</em> ini,  bisa dilakukan dalam berbagai bentuk termasuk melakukan kegiatan sendiri ataupun berbagi dengan sahabat ataupun teman terdekat. Apa sih untungnya melakukan ini semua? Pertama karena pada saat Anda mentransformasikan ilmu menjadi sebuah kegiatan, misal berkebun,  membuat komik ataupun memberikan les matematika (kalau Anda hobinya membaca buku edukasi dan ingin praktek), otak Anda akan tertantang dengan hal baru, trik-trik baru dan pertanyaan-pertanyaan baru. Dengan begini, akan “lahir” lebih banyak neuron atau sel otak, dan ini sangat bagus untuk kreatifitas kita, dan membuat otak kita selalu muda selalu <em>cling</em>, dan mudah dalam menyelesaikan masalah. Upaya ini sebenarnya adalah trik untuk merubah masalah jadi berkah. Tadinya kita marah, jengkel, bingung, merasa tidak pasti eh sekarang malahan otaknya jadi <em>cling</em>, penuh semangat dan kreatif.  Peneliti tentang otak akhir-akhir menemukan bahwa hanya dengan memberikan tantangan yang berarti pada otak dan terus mengasah otak ,misalnya mempelajari ilmu baru, mempelajari bahasa asing, menemukan metoda baru untuk melakukan sesuatu, membuat otak selalu memproduksi sel-sel otak baru yang lebih fresh dan menjauhkan kita dari berbagai proses penuaan otak.</p>
<p>Ke dua pada saat Anda membagi ilmu kepada orang lain, Anda akan mendapat tantangan baru tentang bagaimana membagi ilmu dengan baik (lebih banyak neuron akan dibentuk karena tantangannya lebih banyak pada saat Anda mengajari orang lain tentang ilmu Anda). Semakin banyak Anda mengajari orang lain, semakin piawai Anda, karena semakin banyak tantangan dan itu berarti semakin memperpanjang usia dari neuron yang sudah ada. Kondisi ini membuat Anda menjadi lebih ahli dan lebih terampil di bidang Anda, dan ini bisa membuat rasa percaya diri Anda semakin membaik. Bagus kan?</p>
<p>Ke tiga dengan membagikan kepandaian Anda ataupun hobi Anda, perhatian Anda akan bergeser dari yang semula terfokus pada masalah Anda (kesesakan dada Anda, kemarahan, apatis, dan bingung), ke arah <strong><em>taking control of your life</em></strong> (aku sedang membagikan ilmuku, aku sedang memancarkan pesonaku). Efeknya? Anda akan lebih cerdas, lebih sehat, dan merasa lebih berharga. Anda semakin merasa<em>powerful,</em> karena telah berhasil <em>mengambil kembali</em> kontrol dalam diri Anda. Kenapa ini penting? Karena pada saat Anda merasa sesak, marah dan jengkel sebenarnya Anda sedang berada dalam kontrol orang lain. Pada saat orang lain melakukan sesuatu, mengatakan sesuatu atau memperlakukan Anda dengan kondisi tertentu, adalah Anda yang sebenarnya harus mengambil keputusan (“<em>take control</em>”), apakah bereaksi terhadap kata dan perlakuan orang itu atau tidak. Karena kalau Anda bereaksi negatif terhadap perlakuan dan perkataan tesebut, Andalah yang harus menanggung semuanya (termasuk biaya untuk membeli Panadol untuk sakit kepala Anda, dan dalam kondisi parah harus membayar jasa dokter jantung Anda). Apakah orang yang menyebabkan Anda kesal, ikut serta menanggung biaya yang Anda keluarkan? Tentu tidak! Orangnya mungkin sudah pergi jauh.</p>
<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Passion1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-217" title="Passion" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Passion1.jpg" alt="" width="100" height="126" /></a>Jadi dari pada harus menanggung sendiri akibatnya, lebih baik kita ambil kontrol sepenuhnya pada diri, cintai diri Anda dan munculkan <em>passion</em> pada diri Anda. <em>Passion</em> pada kehidupan Anda, <em>passion</em> pada tujuan dan panggilan hidup Anda, dan <strong><em>passion pada fashion</em></strong> atau penampilan Anda. Perancang <strong><em>Suzuki Swift</em></strong> nampaknya tahu betul bahwa dari pada kesal dengan kehidupan yang kadang terasa sulit, terasa selalu menekan, dan penuh kompetisi, memunculkan <strong><em>passion</em></strong> akan membalik semuanya menjadi cerah dan mudah.  Mau bukti? Coba deh iseng-iseng munculkan <em>passion</em> pada tatanan rambut Anda, atau pada gaya bicara Anda, atau pada partner Anda atau kolega Anda, dijamin <em>deh</em> Anda akan tidak mudah merasa menjadi <em>victim</em> dari keadaan, dan kekesalan, kemarahan, kesedihan, dan keraguan akan menjauh dari Anda. <em>Take a deep breath</em>, teguk susu <strong><em>Bear Brand</em></strong>, tanyakan pesona apa yang akan aku pancarkan hari ini? Setelah Anda temukan, tersenyumlah dan &#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p><strong><em>Pancarkan Pesonamu Dunia perlu Tahu</em></strong>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ezylife.net/pancarkan-pesonamu-dunia-perlu-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Kemilau Ketulusan Fox’s”</title>
		<link>http://ezylife.net/%e2%80%9ckemilau-ketulusan-fox%e2%80%99s%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://ezylife.net/%e2%80%9ckemilau-ketulusan-fox%e2%80%99s%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 15:51:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Grapho</dc:creator>
				<category><![CDATA[articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ezylife.net/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Baru tadi pagi saya menyadari bahwa ada yang hilang dari berbagai buku dan workshop “self improvement” yang selama ini beredar dan terjadi di tanah air tercinta ini. Jujur saja, saat saya menyadari “kehilangan” itu saya sedang mandi, dan pada saat menyiramkan air ke seluruh tubuh saya berpikir:”Kenapa sudah sedemikian banyak buku, seminar dan workshop untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Fox-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-197" title="Fox 1" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Fox-1.jpg" alt="" width="167" height="128" /></a>Baru tadi pagi saya menyadari bahwa <em>ada yang hilang</em> dari berbagai buku dan workshop “<em>self</em> <em>improvement</em>” yang selama ini beredar dan terjadi di tanah air tercinta ini. Jujur saja, saat saya menyadari “kehilangan” itu saya sedang mandi, dan pada saat menyiramkan air ke seluruh tubuh saya berpikir:”Kenapa sudah sedemikian banyak buku, seminar dan workshop untuk <em>pengayaan diri</em>, tapi tetap saja presentase orang yang berhasil “mentrasformasikan” hidupnya, masih terlalu kecil?”.  Masih terlalu banyak orang suka sekali mengeluh. Masih banyak sekali yang suka menyalahkan orang lain dan juga lingkungan!. Masih banyak yang menganggap bahwa kehidupan ini keras dan harus main keras. Masih juga banyak orang yang iri pada tetangganya, atasannya, kakaknya, atau bahkan pada orang yang tidak dia kenal sama sekali. Dan…..yang paling saya prihatin adalah semakin banyak orang yang apatis, membiarkan hari lewat demikian saja.</p>
<p>Berbagai buku dan workshop mestinya berisi hal-hal yang “<em>first class</em>”, apalagi dibawakan oleh para guru yang sudah sukses dalam kehidupannya. Tapi kenapa masih banyak orang yang belum mampu melakukan perubahan, dan mulai mengambil kontrol kehidupannya? Jauh dari keluhan, jauh dari sikap menyalahkan orang lain dan keadaan, dan jauh dari kemarahan terutama pada dirinya.</p>
<p>Sejuknya siraman air yang meyelimuti saya tadi pagi ternyata memunculkan sebuah jawaban. Ahaaaa……..ini dia salah satu kuncinya! Jawaban inilah yang saya cari-cari selama ini. Dan ini juga yang mungkin bisa menjawab pertanyaan sebagian dari Anda, kenapa sudah mengikuti berbagi training dan membaca berbagai buku, perubahan dalam hidup itu tidak juga terjadi?.</p>
<p>Anda pengin tahu apa bisikan alam semesta selama saya mandi tadi pagi??? Permen Fox’s !!! Koq permen Fox’s?? Iya betul jawabannya ada di dalam tagline iklan Permen <strong><em>Fox’s </em></strong>“<strong><em>Kilau Ketulusan</em></strong>”. Apa maksudnya?</p>
<p>Selama ini kita menganggap bahwa buku-buku “<strong><em>pengayaan diri</em></strong>” dan berbagai seminar dan workshop itu pasti pas untuk kita, cocok untuk kita dan pasti bisa langsung saya pakai. Pada saat kita sudah mempraktekkan apa yang diajarkan dalam buku, atau workshop itu, dan kita belum berhasil, umumnya ada dua reaksi yang muncul dalam pikiran kita:</p>
<ol>
<li>Apa yang diajarkan <em>nggak masuk diakal</em> dan terlalu di “awang-awang”, “<em>aaahh itu mah teori</em>!”, dan kita memutuskan untuk tidak menggunakan pengetahuan baru tersebut, atau,</li>
<li><em>Something wrong</em> dengan aku sehingga orang lain pada bisa kenapa aku tidak? (aku kurang keras berusaha, aku susah mengerti arti pelajarannya, aku gampang bosan, aku memang “<em>hopeless</em>”)</li>
</ol>
<p>Boleh saja kita berkomentar seperti ke dua alasan di atas. Itu hak kita untuk mengambil kesimpulan. Tetapi bagaimana kalau ada jawaban ke tiga? Jawaban ke tiga? Iya betul sebuah jawaban alternatif untuk Anda. Dan jawaban itu adalah………“Sebagian besar buku, seminar dan workshop itu ternyata belum 100% pas untuk Anda, minimal untuk saat ini?”. Artinya, <em>mungkin saja</em> rancangan workshop atau isi buku ternyata dibuat dan dikomunikasikan dengan <em>channel</em> yang tidak klop dan tidak sinkron dengan <em>channel</em> Anda.</p>
<p>Coba silahkan simak materi untuk “<strong><em>pengayaan diri</em></strong>” pada sebagian besar buku, workshop dan seminar yang pernah Anda ikuti! Anda pasti dengan mudah melihat bahwa pondasi utama dan syarat utama sebelum semua teknik “<em>self improvement</em>” diberikan atau dibahas secara mendalam, adalah adanya “<strong><em>kemauan untuk berubah</em></strong>” pada orang yang menjalani! Sekali lagi saya tekankan, dasar utamanya adalah  “<strong><em>adanya kemauan untuk berubah”</em></strong>, pada siapapun yang ingin berhasil. Benar?? Hmmmmmm….di sinilah sebenarnya “<em>hot button</em>”nya?</p>
<p>Kenyataan di antara kita, tipe orang  yang mempunyai “<em>urge</em>” alias <strong><em>dorongan kuat untuk berubah</em></strong>, untuk melihat hal baru dan berani menanggung resiko akibat perubahan, yang berani “<em>take control”</em> <em>of his/her life</em>, dan yang selalu bisa melihat gambaran besar,<strong><em>ternyata tidak banyak</em></strong>. Kelompok ini, ternyata jumlahnya hanya kurang lebih 10% dalam populasi. Tidak banyak bukan? Siapa mereka ?  Mereka adalah orang-orang yang di dalam keseharian sering dikelompokkan sebagai orang dengan kepribadian “<strong><em>koleris</em></strong>” (lebih lanjut baca buku “<strong><em>Born to be Genius</em></strong>”, Adi W Gunawan). Bagi para “koleris” <strong><em>perubahan</em></strong> dan “<strong><em>take control</em></strong>” adalah <strong><em>buzz words</em></strong> mereka, adalah ciri mereka, dan adalah “nyawa” mereka. Mereka akan melakukan apa saja untuk bisa “<em>take control</em>”, baik pada keadaan, orang lain dan terutama <strong><em>pada diri</em></strong>nya. Kalau Anda kebetulan mempunyai ciri-ciri :</p>
<ol>
<li>Hobi berpikir tentang merancang masa depan,</li>
<li>Suka tantangan dan “reward”,</li>
<li>Suka perubahan,</li>
<li>Berpikir bahwa: “Akulah Boss bagi diriku”,</li>
<li>Tidak suka dikendalikan orang lain dan lingkungan,</li>
<li>Segala sesuatu harus cepat,</li>
<li>Akulah yang mengendalikan,</li>
<li>Bekerja keras,</li>
<li>Tidak takut ambil resiko,</li>
<li>Akulah yang mengambil keputusan,</li>
<li>Akulah yang memimpin,</li>
</ol>
<p>Maka kemungkinan besar Anda masuk dalam kelompok ini, dan tidak heran kalau menjadi relatif mudah bagi Anda untuk mempraktekkan berbagai kiat dalam buku-buku “<em>self improvement</em>” yang ada. Anda umumnya mudah sekali keluar sebagai “<strong><em>pemenang”</em></strong> setelah mengikuti seminar ataupun workshop “<strong><em>life skill</em></strong>”. Kenapa ??? karena buku-buku itu dan workshop serta seminar itu, kebanyakan ditulis dan dirancang oleh para “<strong><em>koleris</em></strong>”, dan bukan oleh para “melankolis, sanguinis ataupun phlegmatis”. Para penulis besar itu dan <em>trainer </em>besar itu kebanyakan adalah para <strong><em>survivors</em></strong>, yang sudah berhasil melewati perjuangan berat, dan tantangan  menuju kesuksesan mereka saat ini. Mungkin saja mereka mempunyai sifat-sifat melankolis, phlegmatis ataupun sanguinis (lihat kembali buku “Born to Be Genius” untuk penjelasan detail tentang masing-masing kepribadian ini), tetapi tetap saja <strong><em>sikap koleris mereka cukup dominan</em></strong>. Buktinya…?? Sederhana …… <em>buzz word</em> mereka adalah “<strong><em>perubahan</em></strong>”, “<strong><em>take control</em></strong>”, “masa depan”, “kerja keras”, “<strong><em>big picture</em></strong>”, “keluar dari “comfort zone”, “ambil resiko”,”lakukan dengan sungguh-sungguh”, “tantangan”, “kebebasan untuk menentukan prioritas”,”hebat”, “dahsyat”, “percaya diri”, “inovatif” dan lain sebagainya.</p>
<p>Dan karena sifat “koleris”nya itulah, maka tentu saja tulisan mereka, bentuk training mereka, dan materi yang mereka bawakan,  secara sadar maupun tidak, lebih berwarna koleris, bernuansa koleris, dan dibawakan dengan cara koleris pula. Sangat masuk akal kalau sajian mereka (buku, training, seminar dan workshop)  <em>paling cocok</em> dikonsumsi oleh para koleris pula. <strong><em>As simple as that.</em> </strong>Kalau toh pun Anda punya sedikiiiit…saja sifat koleris, minimal kesukaan untuk bersikap “<em>I control my life</em>”, itu sudah cukup untuk Anda bisa memanfaatkan berbagai buku dan seminar itu untuk kesuksesan hidup Anda. <strong> </strong></p>
<p>Tetapi….sayangnya di dalam masyarakat jumlah kaum koleris ini hanya sekitar 10% , sisanya adalah para sanguinis,  sekitar 25-30% (yang lebih suka kerja yang menyenangkan, hidup santai dan banyak teman), para melankolis, 20-25% (yang lebih suka rutinitas, dan lebih suka semuanya jelas di depan dan sering pendendam), ataupun para phlegmatis, 30-35% (yang lebih suka hal yang pasti, tidak ada konflik, dan tidak suka perubahan). Bukan berarti bahwa para koleris itu selalu hebat, selalu berhasil dalam hidup dan super segalanya, tetapi hanya kebetulan saja, yang menulis dan menyiapkan materi (buku, seminar, ataupun workshop) adalah para koleris, maka tentu saja para peminat kolerislah yang mendapatkan keuntungan lebih.</p>
<p>Karena kebetulan kata, “<em>perubahan</em>”, “<em>take control</em>”, “berani ambil resiko”, bukanlah istilah yang nyaman bagi sebagian dari kita (yang kebetulan lebih menonjol sifat sanguinis, melankolis atau phlegmatisnya) . Mengikuti berbagai tarining, seminar dan baca buku, hanya dengan modal dengkul (alias apa adanya) akan sangat sulit. Bagi kita, untuk <em>mengadopsi langsung</em> materi dan teknik-teknik canggih dari para penulis dan trainer itu, harus dibutuhkan persiapan pendahuluan. Kita membutuhkan lebih dari sekedar membaca, ataupun membeli tiket dan duduk mengikuti seminar atau workshop itu. <a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Fox-11.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-198" title="Fox 1" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Fox-11.jpg" alt="" width="167" height="128" /></a>Kita membutuhkan persiapan, dan ini sebetulnya jawaban yang saya dapatkan tadi pagi di kamar mandi:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>“Kita tidak bisa langsung menjadi murid para guru besar itu. </em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Kita harus melihat diri kita, mengerjakan PR kita dulu dan menyesuaikan diri”.</em></strong></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: left;">
<p>Kembali ke permen <strong><em>Fox’s</em></strong>. Coba beli satu kaleng permen Fox’s dan buka. Anda pasti akan menemukan berbagai warna permen dengan kemilau yang indah menawan. Bukan hanya satu warna, tetapi sangat banyak warna, dan masing-masing menyinarkan kemilau warna dan kejernihan sendiri-sendiri. Begitulah dengan kita. Masing-masing kita layaknya seperti permen <strong><em>Fox’s</em></strong>, masing-masing kita mempunyai sifat dan kemilau yang berbeda-beda. Ada yang berkilau dengan sifat kolerisnya, ada yang sanguinis, ada yang melankolis dan ada pula yang phlegmatis. Masing-masing punya keindahan dan mungkin kelemahan sendiri-sendiri. Pada saat kita ingin belajar untuk melakukan perubahan diri, ingin maju, ingin lebih besar, lebih kaya, lebih pandai, lebih berkembang, maka <strong><em>kita harus memulainya dari “kemilau” kita sendiri dahulu</em></strong>.  Karena “<strong><em>siapapun Anda, Anda bisa menjadi besar</em></strong>”, dan berhasil. <strong><em>Danamon</em></strong> tahu itu, dan Andapun tahu itu.<a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Temannya-Fox.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-199" title="Temannya Fox" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Temannya-Fox.jpg" alt="" width="152" height="107" /></a></p>
<p>Kalau Anda kebetulan seorang yang koleris, mungkin Anda hanya perlu sedikit berusaha dan josssssss…..Anda berhasil! Tetapi kalau Anda kebetulan mempunyai sifat sanguinis yang lebih suka berpikir untuk masa kini (susah untuk berpikir 1 tahun ke depan), dan yang penting bisa mengerjakan dengan mudah, Anda mungkin perlu berlatih untuk sedikit menjadi seorang koleris, yang berpikir besar dan panjang. Begitu juga untuk Anda yang melankolis dan lebih menyukai mengumpulkan semua alasan (sedetail mungkin) dahulu sebelum bergerak, dan mudah sakit hati dan mendendam, perlu juga untuk mulai sedikit berani mengambil resiko ke luar dari lingkup serba kepastian dan “mencoba hal baru”. Dan yang seru, untuk Anda yang “phlegmatis” dan tidak suka konflik, dan tidak suka perubahan, dan lebih aman mengikut saja, hmmmmm……Anda perlu bisa menerima lebih dahulu bahwa Anda akan mungkin (dan tidak harus) lebih lama untuk melakukan perubahan (karena di hati kecil Anda sendiri, Anda tidak nyaman dengan perubahan), setelah itu lakukan upaya perubahan secara perlahan-lahan, misalnya ganti warna rambut Anda, atau kalau mau agak seru, “putuskan untuk menjadi vegetarian” (keputusan menjadi vegetarian adalah salah satu cara ampuh untuk berani <em>take control of your life</em>, dan <strong><em>berubah</em></strong>). Siapapun Anda, Anda bisa berhasil, selama Anda mau!.</p>
<p><em>“Ok…ok aku mau mencoba untuk berubah, dan aku bukan tipe “koleris” bagaimana donk caranya?”<strong> </strong></em>Ada, dan itu dimulai dengan menerima kenyataan bahwa kita adalah seperti permen “<strong><em>Fox’s</em></strong>” mempunyai kilau yang berbeda-beda, dan tidak ada yang salah dengan itu. Tidak berarti bahwa hanya orang koleris saja yang akan sukses, ataupun orang sanguinis, melankolis dan phlegmatis pasti tidak berhasil. Anda bisa melihat banyak sekali orang sanguinis yang sukses. Anda bisa melihat mereka ini adalah orang yang suka menjadi perhatian orang banyak, sering berpakaian yang menarik perhatian, selalu ingin menjadi bintang. Profesi mereka bisa apa saja, mungkin pembicara publik, penyanyi, bintang film, ataupun profesi lain yang umumnya menyebabkan mereka menjadi pusat perhatian.  Dan mereka sukses.</p>
<p>Anda juga bisa melihat banyak para melankolis yang sukses. Umumnya mereka berprofesi agak di belakang layar, pemikir, mungkin peneliti, mungkin pengelola keuangan, mungkin trader valas. Dan mereka sukses. Demikian juga dengan para phlegmatis yang sukses. Mereka bisa berada pada posisi pegawai yang tekun, perajin, bisnis retail atau bahkan entrepeneur. Dan mereka pula sukses.</p>
<p>Intinya setiap kepribadian, baik itu koleris, sanguinis, melankolis ataupun phlegmatis,  mempunyai sifat plus dan minusnya. Hanya kebetulan saja, kebanyakan para penulis buku dan trainer tentang “<em>self improvement</em>” (apalagi untuk bidang yang berkaitan dengan sukses keuangan), kebanyakan berasal dari kaum  <strong><em>koleris</em></strong>, kaum yang menyukai perubahan, kerja keras, dan “<em>take control</em>”. Jadi kalau Anda benar-benar mau menerapkan ilmu mereka, dan berkehendak untuk berubah, maka setelah mengerti filososfi permen “Fox’s” yang warna-warni, langkah berikutnya adalah mengikuti saran Fox’s “ <strong><em>“Kilau-kan Ketulusan-mu”.</em></strong> Artinya, dengan segala ketulusan hati dan kemauan beranilah untuk belajar sedikit menjadi <em>koleris</em>. Tidak harus semua orang jadi koleris, tapi minimal ambil hal-hal yang positif dari seorang koleris. Ambil kemampuan untuk melihat “<em>big picture</em>”, “<em>mau melakukan perubahan</em>” dan berani “<em>mengambil kontrol</em>” bagi hidup Anda. Apakah Anda harus menjadi seorang koleris tulen yang 100% koleris supaya sukses? Well …itu pilihan Anda, tapi kalau saya akan menjawab..”<em>no thank you</em>”, karena memang cukup banyak juga sikap koleris yang tidak terlalu bagus untuk “pengembangan diri”.</p>
<p>Bagaimana caranya untuk belajar beberapa sikap koleris? Wah ……bisa macam-macam, bisa dimulai dengan mengamati para koleris, dan mencoba menirukannya. Bisa juga dengan memaksa diri (meski harus perlahan-lahan dan “<em>take it easy</em>”) untuk melakukan hal-hal tertentu selaras dengan “jalan seorang koleris”. Misalnya, putuskan apa saja yang Anda ingin lakukan dan capai hari ini, dan <strong><em>stick to it</em>. </strong>Pertahankan dan jaga kualitas pekerjaan Anda at <em>whatever cost.</em> Kalau ada yang menghalangi dan menghambat, keraskan hati untuk tetap mencapai apa yang kita canangkan tadi pagi. Bisa juga dengan mulai “berani” mengambil resiko atas setiap tindakan yang kita lakukan, apapun itu resiko dari hasil initiatif ataupun pekerjaan kita  (dan cegah mulut dan telunjuk untuk melakukan gerakan menyalahkan orang orang lain). Atau…..hmmmm ini <em>saran rahasia</em> saya………………..</p>
<p>Ambil kamera ataupun HP yang berkamera, dan <em>mulailah menjadi seorang fotografer, dan “take that first shoot”.<a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Sony.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-200" title="Sony" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Sony.jpg" alt="" width="136" height="103" /></a></em><em> </em>Mulailah memotret…apa saja! Seperti “<em>kata</em>” <strong><em>Sony </em></strong>dalam sebuah iklan handycam-nya “<strong><em>The Style In You</em></strong>”. Sebagai seorang “fotografer” atau pehobi memotret, Anda bisa mulai berlatih untuk memunculkan sifat koleris dengan mengekspresikan “<strong><em>style Anda</em></strong>” dalam foto-foto karya Anda. Menjadi seorang fotografer, melatih Anda untuk “berani” <em>mengambil kontrol</em>, “aku mau mengambil gambar ini dari sudut sebelah sini”. “<em>Aku harus memotret blue moment ini pas jam 18.00</em>”, atau “<em>ok ini harus di zoom</em>”.</p>
<p>Mulailah dengan memotret tanaman dan hewan, dan setelah Anda merasa asyik dengan proses <a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Erricson.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-201" title="Erricson" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Erricson.jpg" alt="" width="139" height="105" /></a>memotret, dan mulai puas dengan hasil fotografi Anda, pindahlah dengan memotret manusia. Mulai dengan orang-orang terdekat Anda dan kemudian berkembang ke orang yang lain termasuk mungkin seorang obyek yang mungkin Anda tidak kenal sama sekali.</p>
<p>Apa keuntungannya dengan memulai hobi fotografi?</p>
<ol>
<li>Anda berlatih untuk “<em>take control</em>” (Anda yang menentukan!), baik itu sudut pengambilan gambar, jenis gambar, maupun jenis maupun pose obyeknya,</li>
<li>Anda mulai meyukai “<em>perubahan</em>”. Kalau hasil potret pertama jelek, “bagaimana kalau aku rubah anglenya? Cahayanya? Atau mungkin posisi obyeknya?”,</li>
<li>Anda bisa langsung melihat hasil dari upaya pembelajaran Anda, baik hasil potretnya maupun perubahan dari cara pandang Anda terhadap diri Anda sendiri, umumnya Anda akan mulai heran: “koq aku mulai berani bilang ..<strong><em>aku mau begini</em></strong>!, <strong><em>aku mau begitu</em></strong>” (seorang phlegmatis biasanya akan bilang, terserah saja deh, aku ngikut!),<a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Erricson-2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-202" title="Erricson 2" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Erricson-2.jpg" alt="" width="89" height="68" /></a></li>
<li>Anda belajar untuk melihat “<em>big picture</em>” dan keterkaitan dengan “small picture”. Sebuah obyek foto mungkin hanya bagian kecil, tapi Anda bisa melihat keindahan hasilnya, jauh sebelum kamera Anda beraksi, dan</li>
<li>Merupakan sebuah upaya <strong><em>internalisas</em></strong><em>i</em> sikap-sikap positif seorang koleris, dengan cara yang relatif murah, mudah dan bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.</li>
</ol>
<p>Jika Anda sudah mulai ada keinginan untuk bisa lebih berhasil dan lebih besar, dan lebih percaya diri, mulailah sebagai membeli sekaleng permen Fox’s dan potret gambar pertama Anda. Nikmati hasil potret Anda dan nikmati “pengayaan” kepribadian Anda. Dalam waktu tidak terlalu lama, Anda akan merasa mendapatkan pengayaan baru dan siap untuk belajar dari para mahaguru kehidupan itu.</p>
<p>Munculkan “<strong><em>Kilau Ketulusan</em></strong>”mu. Tulus untuk berkembang dan berhasil.<a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Fox-12.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-203" title="Fox 1" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Fox-12.jpg" alt="" width="167" height="128" /></a></p>
<p><em>Good luck, I Love You All.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ezylife.net/%e2%80%9ckemilau-ketulusan-fox%e2%80%99s%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia dicat pakai Danabrite?</title>
		<link>http://ezylife.net/apa-yang-terjadi-kalau-dunia-kita-cat-pakai-danabrite/</link>
		<comments>http://ezylife.net/apa-yang-terjadi-kalau-dunia-kita-cat-pakai-danabrite/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jan 2011 15:03:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Grapho</dc:creator>
				<category><![CDATA[articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ezylife.net/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Hmmmmm ……pastinya menarik, karena Danabrite telah menjanjikan untuk “coloring the world with brighter spirit”, asyik khan? Betapa indahnya dunia kalau kita semua bisa “memberikan warna” dengan spirit yang cerah dan penuh cinta. Hmmmmmmmmm…… Lebih seru lagi kalau kita sandingkan iklan Danabrite dengan Toyota Fortuner, Anda bisa lihat apa yang terjadi? Luar biasa sekali! Penyandingan ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Danabrite.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-169" title="Danabrite" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Danabrite.jpg" alt="" width="138" height="181" /></a>Hmmmmm ……pastinya menarik, karena Danabrite telah menjanjikan untuk “<strong><em>coloring the world with brighter spirit</em></strong>”, asyik khan? Betapa indahnya dunia kalau kita semua bisa “<strong><em>memberikan warna</em></strong>” dengan <strong><em>spirit yang cerah dan penuh cinta</em></strong>. Hmmmmmmmmm…… <a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Fortuner.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-171" title="Fortuner" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Fortuner.jpg" alt="" width="194" height="218" /></a></p>
<p>Lebih seru lagi kalau kita sandingkan iklan <strong><em>Danabrite</em></strong> dengan <strong><em>Toyota Fortuner</em></strong>, Anda bisa lihat apa yang terjadi? Luar biasa sekali! Penyandingan ke dua iklan itu memunculkan sebuah “bisikan bijak” dari alam semesta untuk kita semua termasuk saya, Anda, dan rekan-rekan kita yang mungkin lagi loyo, lagi stress, lagi kepingin <strong><em>menyalahkan semua orang</em></strong> dan semua binatang atau juga semua barang di sekelilingnya. Kita mungkin berteriak:” Pokoknya semua salah dan yang bener cuman aku!”; “Gara-gara dia maka aku nggak bisa konsentrasi:; “Kamu sih nggak bisa mengerti perintahku, dasar….(silahkan diisi sendiri)”  Apabila hal semacam ini terjadi pada Anda, maka Anda (dan juga saya) sedang terjangkiti “mind virus” alias virus pikiran, dengan nama yang keren yakni “victim virus”. Virus ini, sering menjadi penyakit endemik yang menular dengan cepat sekali, merebak bagai hama belalang, dan meluas bagai nyamuk penyebar demam berdarah. Begitu anda berdekatan dengan orang yang sedang terjangkit virus ini, sebentar saja anda sudah mulai terjangkit juga dan mulai menyalahkan tetangga, teman, sahabat, Boss, rekan kerja, suami, isteri, baby sitter, dan pokoknya semualah. Orang yang kejangkitan virus ini telunjuk tangannya ringan banget, main tunjuk sana-sini dan menganggap kesulitan hidupnya, kegagalan tugasnya dan anjloknya bisnis dia itu pasti <strong><em>karena orang lain</em></strong> dan dia hanyalah <strong><em>korban yang lemah</em></strong> (pernah lihat orang seperti ini?? atau Anda bahkan pernah sekali-sekali terjangkiti penyakit ini?).</p>
<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Fortuner-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-173" title="Fortuner 2" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Fortuner-2.jpg" alt="" width="153" height="172" /></a>Nah kalau Anda pernah terjangkiti atau bahkan terjangkiti dengan berat, <em>please deh</em> segera bertobat dan cepat-cepat lihat iklan <strong>Toyota Fortuner</strong> “<strong>The World is Mine</strong>”. <em>Yes</em>, dunia ini adalah milik saya, atau lebih pasnya adalah “dunia <em>saya</em> adalah milik saya”, dan “Dunia Anda adalah milik Anda”. Pesan sakralnya adalah apapun yang anda rancang untuk dunia anda itulah yang anda nikmati dan miliki. Maju mundurnya dunia Anda adalah tergantung Anda sendiri, dan bukan tergantung pada orang-orang di sekitar Anda, bukan tergantung pada pasangan hidup Anda, Guru Anda, dan juga bahkan bukan karena rekan bisnis Anda. <em>Got it? (diselipin Inggris dikit biar agak keren ya…he…he… sekarang jamannya globalisasi, jadi siapa tahu ada orang Inggris sana yang pengin baca he…he).</em></p>
<p>Kalau Anda menginginkan sebuah dunia yang cerah dan<a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Danabrite-21.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-175" title="Danabrite 2" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Danabrite-21.jpg" alt="" width="137" height="158" /></a> menyenangkan (dan kehidupan yang menyenangkan), maka tataplah juga iklan <strong><em>Danabrite</em></strong> di sebelah ini: <strong><em>“Coloring the World with Brighter Spirit”</em>, </strong>yang bisa saja kita terjemahkan untuk kita “<strong><em>Warna-warni duniaku, tergantung semangatku</em></strong>” (lho koq terjemahannya agak melenceng ? he…he terserah kita donk, mau diartikan apa saja boleh-boleh saja kan ?he…he..he…). Pesan “suci”yang bisa diambil adalah <em>Anda bertanggung jawab penuh terhadap keberhasilan hidup Anda</em>, terhadap dunia Anda, dan terhadap kesuksesan karir, hubungan dengan pasangan atau anak, serta kesuksesan-kesuksesan lainnya yang pernah Anda bayangkan. Pernyataan ini jelas bertolak-belakang dengan anggapan para “looser” alias pecundang, yang selalu menyalahkan orang lain, kondisi, situasi atau bahkan cuaca, untuk segala kegagalan hidupnya. Anda sebetulnya punya kebebasan untuk memilih mau hidup sebagai “looser” atau mau jadi tukang cat Fortuner, ooppsss …bukan he..he..  maksud saya “apakah Anda mau jadi pemenang yang memadukan <strong><em>Toyota Fortuner</em></strong> dengan cat tembok <strong><em>Danabrite</em></strong> dan tanamkan di dada “<strong><em>The World is Mine and I color it as bright as I like</em></strong>”. Lho koq nggak sama? Ya nggak apa-apa,  itu lho untungnya jadi penonton iklan, bisa mengartikan ke sana-sini seenak pikiran kita he…he yang penting khan mendukung kemajuan hidup kita toh?  Betul?</p>
<p>Jadi, lain waktu pada saat Anda mulai loyo dan hampir patah semangat dan telunjuk mulai ringan (menunjuk ke sana kemari dan mulai menyalahkan orang lain), cepat-cepat kagumi iklan Toyota Fortuner dan cat tembok Danabrite, Tuhan telah menunjukkan <a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Fortuner1.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-179" title="Fortuner" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Fortuner1.jpg" alt="" width="194" height="218" /></a>cintanya kepada kita melewati tim kreatif Toyota dan Danabrite.</p>
<p><em>The World is Yours</em>!</p>
<p><em>Color it as bright as you like</em> J</p>
<p><em>But how? </em>Itu mungkin pertanyaan Anda. Well..jawabannya dan itu langkah demi langkah,  ada di dalam artikel saya yang berjudul “<strong><em>Berguru pada LG: Semua menjadi Mudah</em></strong>”.  Happy reading !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ezylife.net/apa-yang-terjadi-kalau-dunia-kita-cat-pakai-danabrite/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Best of the best! And it is YOU!</title>
		<link>http://ezylife.net/best-of-the-best-and-it-is-you/</link>
		<comments>http://ezylife.net/best-of-the-best-and-it-is-you/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jan 2011 07:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Grapho</dc:creator>
				<category><![CDATA[articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ezylife.net/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Pernah merasakan bahwa diri kita ini seperti “alien” di tengah hiruk pikuk dunia ini? Selalu nampak asing, dan apapun yang kita lakukan selalu saja kita dianggap aneh oleh orang lain, tidak diterima, tidak dihargai dan tidak dianggap. Hmmmmm..kalau ini yang sering terjadi dengan Anda, dan Anda merasa sedih dan merasa dilemparkan ke luar…….saya bisa mengerti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article14a.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-158" title="Article14a" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article14a-232x300.jpg" alt="" width="232" height="300" /></a></p>
<p>Pernah merasakan bahwa diri kita ini seperti “alien” di tengah hiruk pikuk dunia ini? Selalu nampak asing, dan apapun yang kita lakukan selalu saja kita dianggap aneh oleh orang lain, tidak diterima, tidak dihargai dan tidak dianggap. Hmmmmm..kalau ini yang sering terjadi dengan Anda, dan Anda merasa sedih dan merasa dilemparkan ke luar…….saya bisa mengerti kawan……sayapun pernah mengalami hal yang sama. Terlempar, terasingkan, dan <em>selaluuuuuu </em>saja nggak pas dengan lingkungan. Orang sekeliling sudah maju 20 langkah, eh saya masih terseok-seok, dengan satu dua langkah. Mencoba bergabung dengan mereka, eh ternyata mereka berbicara dengan bahasa yang saya “<em>nggak ngeh</em>” sama sekali. Mencoba berbicara seperti mereka, berpakaian seperti mereka, bersikap seperti mereka, eh …..tetap saja rasanya diri kita ini aneh, dan <em>tidak sama</em>. Ujung-ujungnya mencoba refleksi diri, mencoba menggali :”Apa yang salah dengan diri saya? Apa yang perlu saya lakukan??</p>
<p>Ahaaaa….mungkin saja ada yang salah dalam saya bersosialisasi, mungkin saja ada yang salah dalam cara saya berpikir, atau mungkin saya harus banyak baca buku “<em>self improvement</em>”, banyak ikut seminar, workshop dan kalau perlu yang mahal sekalian???? Teman-teman juga bilang :”Ayo ikut seminar A, atau workshop B, atau kalau perlu cari workshop yang hebat sekalian, yang sehari ongkosnya jutaan rupiah! Ada juga kenalan lain yang bilang:”Wah…. kamu ini pasti punya masa lalu yang memprihatinkan, banyak program negatif yang harus dibabat habis dengan terapi! Saya tanya:”Berapa ongkos terapinya ?” “Muahaaaaaalllll , tapi <em>cespleng lho !”. Haiyaaaa……..</em></p>
<p><em>Well</em> ……teman, semua hal yang saya sebutkan terdahulu itu bagus saja untuk dilakukan. Belajar dari buku, mengikuti seminar dan workshop “<em>self improvement</em>”, serta mengikuti terapi “penghapusan program lama”, itu sangat bagus dan perlu. Masalahnya adalah, berbagai upaya yang bisa Anda lakukan tersebut, seringnya (tidak pada semua orang lho) akan membutuhkan waktu yang lamaaa….aaaaaa, atau kalau tidak biaya yang cukup mencengangkan, dan yang parah kadang  <em>membosankaa…aaan banget</em> (yang terakhir ini yang paling saya <em>nggak </em>suka). Jadi supaya segala upaya bisa berjalan efisien bagaimana caranyaaaaaa? (dan teriakan ini bisa puanjaaaaannnnnggg banget)</p>
<p>Pertama. munculkan dahulu <strong><em>kesadaran diri Anda!</em></strong>, ya betul “<strong><em>sadari siapa Anda sebenarnya</em></strong>”. (bagaimana mungkin seorang yang <em>ndoyong</em> alias nggak sadar bisa <a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article14b.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-160" title="Article14b" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article14b-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>maju he…he…he..)</p>
<p><strong><em>Kesadaran akan siapa sebenarnya diri Anda</em></strong> merupakan pangkal dari keberhasilan kehidupan Anda. Ini adalah sebuah “ide dasar” untuk menjalani kehidupan Anda. Ini, sebenarnya adalah bagian dari “<strong><em>Your Ideas for Life</em></strong>”., seperti tagline <strong><em>Panasonic</em></strong> di samping ini.</p>
<p>Jadi siapa sebenarnya Anda ? Silahkan Anda coba mencarinya, dan apapun yang Anda temukan, itu okey..okey saja. Tapi dari semua kriteria siapa sebenarnya kita, saya atau Anda, satu hal yang pasti adalah bahwa:</p>
<p style="text-align: center;"><em>“<strong>Anda (termasuk saya tentunya) adalah ciptaan dan <span style="text-decoration: underline;">kreasi sempurna</span> dan <span style="text-decoration: underline;">penuh kelimpahan</span> dari Tuhan Yang Maha Esa”.</strong></em></p>
<p>Kesadaran diri akan  <em>kesempurnaan</em> dan <em>kelimpahan</em> ini adalah <em>modal dasar</em> yang memunculkan kekuatan (“<em>power</em>”) dan kemampuan kita (tentu saja seijin Tuhan Yang Maha Esa) untuk merancang kehidupan kita sendiri sejak awal. Dan itu <span style="text-decoration: underline;">sebenarnya</span> <em>sudah Anda lakukan</em> (meski sebagian dari Anda  mungkin tidak menyadarinya). Anda boleh perhatikan, apapun yang Anda alami sekarang, dan apapun yang Anda punyai atau tidak punyai sekarang, baik itu misalnya situasi kekurangan (uang, tampilan fisik, kesehatan atau hubungan), atau kecukupan (uang, tampilan fisik, kesehatan atau hubungan) adalah <strong><em>merupakan hasil kreasi</em></strong> atau “karya” Anda sendiri.</p>
<p>Coba terlusur ulang dalam sejarah hidup Anda. Temukan, apa saja yang pernah Anda lakukan (atau bahkan tidak lakukan), Anda yakini (ataupun tidak) dan Anda pikirkan serta sikapi, sehingga <em>Anda dalam situasi dan posisi seperti sekarang ini</em>. Coba pejamkan mata,<a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article14c.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-162" title="Article14c" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article14c-240x300.jpg" alt="" width="240" height="300" /></a> dan kembali ke masa lalu Anda. Anda pasti akan heran dan menjawab:</p>
<p>” Iya…ya…aku dulu melakukan (atau bahkan tidak melakukan) ini sehingga aku akhirnya …………………” (“Coba saja aku melakukan ……..pasti hasilnya akan beda!)</p>
<p>“Aku dulu mempercayai (atau bahkan tidak mempercayai) tentang hal ini…dan ini….………..dan ini (silahkan di isi sendiri)!”, dan akhirnya aku menjadi …..(silahkan isi sendiri)”. “Coba saja aku meyakini kata-kata si X………..pasti aku sudah berhasil menjadi………..”.</p>
<p>Apa artinya semua hal di atas? Artinya sejak semula Anda mempunyai “<em>power</em>” untuk melakukan perancangan dan pembentukan kehidupan Anda sendiri! Apa yang Anda dapat hari ini, saat ini, detik ini  (baik itu kehidupan yang menurut Anda asyik, atau malahan kacau),  adalah bukti nyata dari <em>exercise </em>dari “power” Anda tersebut. Dengan “power” (yang merupakan <strong><em>karunia Tuhan</em></strong> dari awal kehidupan Anda) , atau di ”inventasikan dari awal” untuk kehidupan Anda (“<strong><em>Invented for Life</em></strong>”, seperti kata <strong><em>Bosch</em></strong>), Anda mempunyai pilihan untuk menggunakannya atau bahkan “mengacaukannya” dan bertindak seolah-olah Anda “<em>helpless</em>” dan “<em>powerless</em>”. Yang terakhir itu, yakni merasa <strong><em>powerless</em> </strong>dan <strong><em>helpless</em></strong>, adalah taktik dan strategi yang umumnya kita pakai sejauh ini. Kenapa? Karena ini adalah strategi yang mudah, dan tidak perlu bertanggung jawab!. <em>Enak khan</em> , dengan merasa “<strong><em>powerless dan helpless</em></strong>” kita bisa lemparkan tanggung jawab kesulitan hidup kita, pada orang lain? Pada orang tua, pada teman kerja, pada guru, pada pemerintah, pada partner hidup?? <em>Enak banget</em> dan rasanya kita ini lepas dari semua, dan hanya jadi korban! <em>Kamu sih bikin hidup saya susah</em>, <em>pemerintah sih yang menaikkan harga gas maka hidupa saya jadi susah</em>, <em>habis orang tuaku miskin nggak bisa menyekolahkan aku ke sekolah favorit, makanya aku jadi bodo begini</em>? Stop….stop…stop….berhenti sampai di sini saja “<strong><em>main tunjuknya</em></strong>”. Stop sampai di sini ! dan mulailah berperan lebih aktif.</p>
<p>Teman<strong><em>, You are a perfect creation of God</em></strong>!!! Sadari itu! Dan mulailah <a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article14a.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-158" title="Article14a" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article14a-232x300.jpg" alt="" width="232" height="300" /></a>menghargai diri Anda sendiri sebagai sebuah kreasi atau “<em>masterpiece</em>”. Bagaimana mungkin orang lain atau sebuah kelompok mau menerima Anda, menjadikan Anda sebagai bagian dari kelompok tersebut, kalau <strong><em>Anda sendiri tidak menerima dan menghargai diri Anda sendiri?? </em></strong>Orang lain menerima kita ataupun sebuah kelompok memberi kesempatan pada kita untuk bergabung, umumnya adalah karena mereka melihat kita berharga. Nah, kalau kita sendiri merasa tidak berharga, merasa jelek, merasa kecil, bagaimana orang lain bisa menghargai kit dan menerima kita? Coba simak tagline <strong><em>Indomie</em></strong> di sebelah ini, “<strong><em>Selera Anda Wujudkan Penghargaan Terbaik</em></strong>” Anda boleh mengartikan macam-macam, tapi saya mengartikan tagline ini sebagai “<strong><em>Andalah yang pertama harus memberikan penghargaan terbaik pada diri Anda</em></strong>”. Anda sendiri yang harus merancang dari awal supaya Anda berharga. Penghargaan tentang apa? Tentang <strong><em>kesempurnaan diri Anda sejak lahir</em></strong> (bahkan jauh sebelum lahir), dan <strong><em>kemelimpahan</em></strong> yang merupakan “template” asli Anda (Anda mempunyai semua yang Anda butuhkan untuk hidup sejak lahir).</p>
<p>Pernahkah Anda mencoba untuk mencari kembali kesempurnaan dan kelimpahan yang ada pada diri Anda? Belum…?? Coba deh lakukan ini. Pandangi tangan dan jemari Anda? Betapa sempurnanya tangan dan jemari Anda, dari bentuknya, dari tekstur kulitnya dan juga dari fungsinya. Apakah Anda pernah merasa kekurangan dan menginginkan jari tambahan? Anda ingin tambah 2 ibu jari lagi untuk tangan kanan Anda? Atau Anda merasa telunjuk Anda perlu diperpanjang 3 cm lagi? Hmmmmm…tentunya tidak! Anda pasti setuju dengan saya bahwa tangan dan jemari Anda sudah sangat sempurna, pas dan cocok untuk Anda. Anda merasa kekurangan? Pasti tidak, sebaliknya Anda merasa berkelimpahan meski jarinya hanya lima di masing-masing tangan. Benar???</p>
<p>Coba pikirkan tentang kepala kita yang berisi otak (yang menurut sebagian besar otak merupakan organ penting untuk berpikir). Apa Anda merasa kegagalan hidup Anda sementara ini karena “Anda kekurangan kepala dan otak di dalamnya?”. Apakah Anda mau ditambahkan 2 kepala lagi di badan Anda sekarang?? J Umumnya Anda pasti akan menjawab “<strong><em>tidak</em></strong>”. Bagaimana dengan mata? Mau ditambahkan 3 mata lagi di bagian belakang kepala supaya Anda lebih awas?? He…he…he…umumnya kita akan menjawab NO!. Apa artinya ini semua? “Kita adalah sempurna seperti apa adanya sekarang ini”. “Kita sudah penuh dengan kelimpahan”. Tuhan memberikan “modal” yang lebih dari cukup untuk kita bisa menjalani kehidupan ini.</p>
<p>Mungkin ada di antara Anda yang punya pikiran “Aku merasa kekurangan uang saat ini! Aku mau lebih!. Kalau itu yang sedang melanda pikiran Anda, nampaknya Anda tidak sendirian. Banyak dari kita yang berpikir, ok ……tampilan diri saya <em>perfect</em>, family saya <em>perfect</em>, kesehatan saya <em>perfect</em>, tapi uang saya <em>cekak</em>! He…he…he…boleh saja Anda berteriak begitu, tapi ternyata kenyataannya menurut penelitian terakhir :</p>
<p><em>“Berapapun uang yang dimiliki seseorang sekarang dan berapapun income yang dia dapatkan sekarang, dia selalu akan lebih happy apabila ada tambahan 20% dari yang dia punya atau dapatkan sekarang!!”</em></p>
<p>Apa artinya ini? Uang tidak 100% memberikan kebahagiaan! Benar uang dibutuhkan untuk menopang kehidupan, tapi bukan komponen utama dalam kehidupan. Buktinya? Orang selalu masih tertarik dengan tambahan 20% dari yang dia punya? Kapan selesainya? Kapan <em>happy</em>-nya?</p>
<p>Berapapun uang yang Anda miliki sekarang, dan berapapun <em>income</em> yang Anda dapatkan, adalah merupakan bukti “power” ataupun “kekuatan kreasi” yang ada dalam diri Anda. Andalah yang mengkreasikan itu semua (dan bukan akibat orang lain, perusahaan tempat kerja ataupun peraturan pemerintah yang menyebabkannya). Anda (dengan seijin Tuhan sebagai <em>creator</em> utama) adalah “<strong><em>co-creator</em></strong> “ dari kehidupan Anda. Coba telusur ulang kehidupan Anda. Apa saja yang pernah Anda pikirkan dan lakukan (atau tidak lakukan) sehingga jumlah tabungan Anda ataupun <em>income</em> Anda jumlahnya seperti sekarang ini? Apa ada di masa itu Anda terlalu malas untuk melakukan sesuatu yang lebih? Anda ragu-ragu pada sesuatu? Atau bahkan memang Anda melakukan sesuatunya dengan sangat <em>happy</em> dan optimal? Benar khan, bahwa semua “hasil” itu terjadi atas kreasi kita sendiri? Terserah kondisi lingkungan mau jungkir balik seperti apapun, tapi “keputusan” untuk melakukan atau tidak, untuk bergerak atau tidak, untuk melihat jalan ke luar atau tidak, <em>tetap ada pada kita</em>. Sebagai contoh misalnya, peraturan perusahaan membuat Anda harus diberhentikan dan memang harus keluar, karena tidak ada jalan lain untuk memperkerjakan Anda. Maka, keputusan untuk marah, protes, demo, atau tersenyum dan langsung membeli buku “<strong><em>Happy for No Reason</em></strong>” karangan Marci Shimoff untuk memulai hidup lagi adalah pada kita, tidak pada orang lain. Apakah Anda pernah melihat sebuah peraturan tertulis yang berbunyi :</p>
<p style="text-align: center;"><em>“Buat semua orang yang dipecat, langkah awal yang harus Anda lakukan adalah bersedih, kemudian marah, kemudian protes!!”</em></p>
<p>Saya yakin <strong><em>tidak ada</em></strong>. “Tapi sedih, marah, dan protes itu kan reaksi normal!!!!!!”. Well, silahkan saja kalau Anda mau mengambil sudut pandang dari situ. Tapi Anda juga bisa melihat dari sudut pandang: “Nggak ada peraturan bahwa aku harus marah! Dan juga nggak ada aturan bahwa aku harus beli buku “<em>Happy for No Reason</em>”nya Marci Shimoff”.  Jadi, karena menurut buku “<strong><em>The Brain that Changes Itself</em></strong>”nya Norman Doidges, bahwa marah, stress dan protes itu mematikan banyak sel-sel otak terutama di daerah hippocampus (bagian yang berkaitan dengan pembelajaran dan memori jangka panjang, sehingga membuat kita menjadi lebih tumpul) maka aku pilih tersenyum dan baca bukunya “<strong><em>Happy for No Reason</em></strong>” and <em>get along with my life</em>”.  Ini merupakan langkah strategis yang lebih elegan, minimal lebih “ramah otak”.</p>
<p>Anda bukanlah komponen pasif di dalam kehidupan, dan hanya duduk menunggu perubahan nasib saja. Anda sebaiknya “memanfaatkan” karunia yang sudah diberikan Tuhan ini. “<strong><em>Be your trully self, and use your power”.</em> </strong>Apa????  <em>Trullyself</em>…?? Benar artinya <strong><em>Anda yang sebenarnya</em></strong>, yang penuh kelimpahan dan punya “power” untuk merancang dan menikmati hidup Anda.</p>
<p>Power ini adalah  “<strong><em>power to co-create your life</em></strong>” (karena semua pasti harus seijin Tuhan Yang Maha <a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article14c.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-162" title="Article14c" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article14c-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Kuasa). Dan……<em>this power is </em>“<strong><em>Invented for</em></strong> your <strong><em>Life</em></strong> kata <strong>Bosch</strong>”.  “Power” ini dianugerahkan Tuhan khusus untuk Anda…. asyik kan?</p>
<p>Apa ada keuntungan lainnya? Ada… dengan “power” ini, dan dengan modal keberlimpahan itu, Anda bisa <strong><em>memulai untuk membuat dan mengkreasikan kehidupan Anda berikutnya</em></strong>. Kehidupan Anda nanti sore, kehidupan Anda besok pagi, kehidupan Anda tahun depan dan kehidupan Anda 10 tahun yang akan datang.</p>
<p>Menyadari bahwa Anda terlahir<a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article14b.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-160" title="Article14b" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article14b-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a> sempurna, penuh kelimpahan dan mempunyai “power” untuk membentuk hidup Anda adalah modal utama untuk bersosialisasi, begabung dengan teman-teman kreatif Anda, dan membangun kehidupan Anda berikutnya. Silahkan tambahkan dengan berbagai ilmu-ilmu kehidupan yang lainnya, tetapi pegang satu hal:</p>
<p><em>You were created from the best and for the best. </em></p>
<p><em>This is your<strong> “Ideas for Life”.</strong></em></p>
<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article14d.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-163" title="Article14d" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article14d-300x178.jpg" alt="" width="300" height="178" /></a>Selamat Datang di kehidupan yang menyenangkan ini!</p>
<p><strong><em>Anda makin Mantap dengan “Kemasan Baru” </em></strong><em>Anda ini. Kemasan dengan kesadaran akan kesempurnaan, kelimpahan dan kemampuan untuk merancang hidup Anda sendiri</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ezylife.net/best-of-the-best-and-it-is-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Aura Anda Bernuansa Sukses ?</title>
		<link>http://ezylife.net/apakah-aura-anda-bernuansa-sukses/</link>
		<comments>http://ezylife.net/apakah-aura-anda-bernuansa-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Jan 2011 10:41:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Grapho</dc:creator>
				<category><![CDATA[articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ezylife.net/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Apakah ada cinta dalam diriku sekarang ini?”, Pernahkah Anda merasa sangat terpesona pada seseorang, dan merasa mendapatkan energi tambahan pada saat berdekatan dengan orang tersebut? Pernahkah Anda merasa begitu damai pada saat berbicara dengan seseorang, meskipun orang itu baru saja Anda kenal? Pernahkah Anda mengikuti sebuah seminar dan begitu pembicara masuk ruangan, atmosfer dalam ruangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah ada cinta dalam diriku sekarang ini?”,</p>
<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article13a.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-151" title="Article13a" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article13a-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Pernahkah Anda merasa sangat terpesona pada seseorang, dan merasa mendapatkan energi tambahan pada saat berdekatan dengan orang tersebut? Pernahkah Anda merasa begitu damai pada saat berbicara dengan seseorang, meskipun orang itu baru saja Anda kenal? Pernahkah Anda mengikuti sebuah seminar dan begitu pembicara masuk ruangan, atmosfer dalam ruangan berubah total dan terasa bersemangat dan penuh energi?</p>
<p>Sebaliknya, mungkin Anda juga pernah merasakan begitu capai, loyo dan tidak bersemangat pada saat berbicara dengan seseorang, meski orang itu adalah teman dekat Anda sendiri. Pada saat itu, pikiran jadi tidak nyaman, dan badan jadi sakit semua. Mungkin Anda juga pernah suatu saat menjenguk teman yang sedang sakit, dan tiba-tiba saja Anda menjadi merasa lemah dan sakit?</p>
<p>Apakah Anda pernah bertanya :”Kenapa seseorang nampak asyik, menyenangkan dan penuh energi positif, sedang orang lain nampak membosankan, mengesalkan, dan bahkan membuat kita merasa sakit?” Saya pernah mempertanyakan hal itu (meski hanya di dalam hati) beberapa tahun yang lalu. Waktu itu saya heran kenapa seseorang nampak “bercahaya, menyenangkan dan damai” sedang yang lain nampak “kusam, tak bersemangat dan membuat kita capai”? Karena penasaran tentang hal itu, saya sempat membeli buku tentang <em>melihat Aura dalam 60 detik</em>, dan mengikuti kursus yang yang salah satunya membahas tentang Aura. Saya memang mendapatkan banyak teori tentang aura (yang bisa membuat orang nampak bercahaya), tetapi tetap saja pertanyaan tentang kenapa seseorang memancarkan “cahaya” yang indah dan yang lain suram, buram dan kusam, masih bergelayut di dalam pikiran saya samapi beberapa saat.</p>
<p>Pencerahan datang saat saya membaca buku “<em>Happy for No Reason</em>”nya Marci Shimoff. Meski mungkin ada berbagai penjelasan secara metafisika, tetapi secara sederhana, ternyata “pancaran pesona” ini muncul pada saat seseorang mulai menyelimuti dirinya dengan kedamaian (“<em>peace</em>”), dan pada saat yang sama sengaja “<em>memancarkan cinta</em>” pada orang-orang di sekelilingnya. Begitu kita berniat memancarkan cinta, maka otomatis diri kita akan “berkilau” dan aura kita menjadi nampak menyenangkan untuk dilihat. Selesai membaca buku itu, saya sempat merenung cukup lama, dan bertanya:”Kapan terakhir kali saya memancarkan cinta pada orang-orang di sekeliling saya?” Dan ……sekarang saya bertanya hal yang sama kepada Anda, kapan?</p>
<p>Sering, karena rutinitas kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari, urusan <em>pancar memancarkan</em> cinta ini menjadi terlewat, dan diganti dengan pemancaran “kebencian”. Saya pernah melihat sendiri bagaimana seorang Ibu dengan “gagah perkasanya dan sekuat tenaganya”, menarik-narik anaknya (yang mungkin baru berumur sekitar 3 tahunan) yang sedang “<em>ngadat</em>” di sebuah Mall. “Huuuuhhh…ayo donk cepetan, jalan koq kayak ulat gitu, Mama khan harus melakukan ……..!”. Serunya, semakin anaknya “macet”, semakin melotot mata sang Ibu, dan juga kekuatan tarikannya. Kalau seandainya Anda ada di sana pada saat kejadian itu, “Apakah Anda merasakan aura cinta dari Ibu tersebut?” “Apakah Ibu itu berfungsi sebagai Ibu, dan mencintai anaknya dengan tulus atau hanya mencintai “kepentingan dirinya?”.</p>
<p>Kejadian lain, karena mungkin sedang asyik bermain dan diminta segera mandi, seorang anak menjadi ogah-ogahan masuk kamar mandi, dan semakin ogah, semakin sewot sang Ibu, dan akhirnya:”Ayo mau mandi atau tidak? Kalau tidak mulai sekarang Ibu nggak mau ngurusin kamu lagi (sambil melotot)!!!!. Di sini, dalam situasi ini, apakah kita bisa merasakan aroma dari aura cinta sang Ibu? Apakah sang Ibu benar-benar telah berfungsi sebagai Ibu? Atau hanya sebagai “tukang perintah”? Apakah kira-kira sang anak merasakan cinta Ibu ada saat Ibu melotot-melotot dan mengancam? Apakah aura sang Ibu itu berkilau menyenangkan atau……….</p>
<p>Cerita lain, seorang Bapak mengantarkan anaknya les, dan begitu sampai di pintu gerbang pagar tempat les sang Bapak berteriak:”Cepetan masuk sana, kamu memang dasar anak pemalas, lamban bener!” Apa dalam kejadian ini bisa ditemukan aura cinta? Cerita lain tentang seorang suami yang diminta mengantar sang isteri ke pasar/mall, dan begitu sampai langsung bilang:”Udah Mama masuk aja sendiri, papa tunggu di sini! Males aku di dalam berdesak-desak” . Kawan, apa Anda bisa melihat aura cinta di sini? Tidak, tidak dan tidak. Beeberapa contoh saya di atas, jelas tidak menampakkan adanya pancaran aura cinta pada mereka yang ada di sekelilingnya. Mereka tidak memancarkan cintanya, makanya mereka akan nampak suram dan jelas itu tidak sehat, dan tidak menyenangkan.</p>
<p>Pancaran aura cinta yang keluar dari dalam diri dengan tulus, selalu nampak indah, hangat, dan nyaman. Seorang Ibu, yang selalu diselimuti dan memancarkan cinta akan selalu menjadi tempat berlabuh dan berlindung serta teman belajar bagi putera-puterinya. Seorang teman yang memancarkan cinta pada sekelilingnya, akan menjadi teman yang sangat menyenangkan dan memberi semangat. Seorang manager yang selalu memancarkan cinta di kantor, akan selalu menjadi sumber inspirasi dan <em>motivator</em> handal dalam lingkungannya. Pada saat dua orang bertemu dan masing-masing memancarkan cinta, maka pertemuan itu menjadi sebuah pertemuan indah dan penuh keajaiban. Kalau pertemuan ini sebuah “<em>bisnis meeting</em>” maka bisa dipastikan ini adalah <em>meeting</em> paling produktif yang pernah terjadi.</p>
<p>Cinta memang sesuatu yang tidak mudah untuk didefinisikan. Beribu-ribu definisi bisa dimunculkan dan semua bisa benar. Tetapi yang jelas, <strong><em>cinta itu ajaib</em></strong> dan <strong><em>powerful</em></strong>, bisa dirasakan serta dipancarkan. Cinta itu berkilau dan bercahaya. Pada saat Anda memancarkan cinta, Anda nampak cemerlang seperti iklan <strong><em>HP LG KE 770 i</em></strong>ni di sebelah ini, <strong><em>“I Shine”.<a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article13a.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-151" title="Article13a" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article13a-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></em></strong></p>
<p>Pada saat ini, detik-detik ini, saat Anda sedang membaca artikel ini, tanyakan pada diri Anda:</p>
<ul>
<li>&#8220;Apakah ada cinta dalam diriku sekarang ini?”,</li>
<li>&#8220;Apakah aku sedang mencintai diriku saat ini?”,</li>
<li>“Apakah aku sedang memancarkan cinta pada artikel yang aku baca ini?&#8221;,</li>
<li>“Apakah aku sedang memancarkan cinta ke sekelilingku, termasuk ke secangkir kopi panas di mejaku ini?”</li>
<li>“Apakah aku sedang memancarkan cinta pada suami/isteri/pacarku saat ini?”</li>
<li>&#8220;Apakah aku sedang memancarkan cinta pada anak-anakku?”</li>
<li>&#8220;Apakah aku sedang memancarkan cinta pada pekerjaanku?”</li>
<li>&#8220;Apakah aku sedang memancarkan cinta pada rumahku, mobilku, raket tennisku?”</li>
<li>&#8220;Apakah aku sedang memancarkan cinta pada orang tuaku? Kapan terakhir aku menelpon Bapak ya?” Eh kapan ya ulang tahun beliau? Dan “Pernahkah aku mengucapkan “Ibu aku mencintaimu?”,</li>
<li>&#8220;Apakah sekarang aku sedang memancarkan cinta pada Tuhan?”</li>
</ul>
<p>Hmmm…..kalau ternyata banyak jawaban <strong><em>tidak</em></strong> atau <strong><em>belum</em></strong>, pada pertanyaan-pertanyaan di atas, mungkin sekarang saatnya Anda mulai untuk “belajar” memancarkan cinta, “belajar memperindah aura diri Anda”, dan belajar untuk “memancarkan aura sukses”. Kenapa? karena aura diri inilah salah satu penopang keberhasilan dan kebahagian hidup kita.</p>
<p>Banyak orang menganggap bahwa “sekeliling sayalah” yang harus membuat saya bahagia. Kalau Anda termasuk dalam kelompok ini, <em>ya nggak apa-apa</em>…hanya saja Anda akan sering kecewa. Sekeliling Anda tidak akan pernah bisa membuat Anda bahagia, terutama selama Anda dalam kondisi “kekeringan cinta”. Hanya dengan cara Anda memancarkan cinta pada sekeliling Anda, maka Anda akan mudah untuk merasa <em>happy</em> dan damai. Cobalah…! Mau tahu caranya?</p>
<p>Sederhana. Untuk mencintai, yang Anda butuhkan pertama kali adalah “<strong><em>niat untuk mencintai</em></strong>”. Ini pondasinya. Memulainya ?</p>
<ul>
<li>Munculkan saja :”<strong>Ok aku berniat untuk mencintai dan memancarkan cinta</strong>”, <em>just do that first!,</em></li>
<li>Sekarang rasakan di dalam hati Anda, adakah perasaan yang negatif, misalnya penolakan?, rasa tidak nyaman?, kesedihan?, kemarahan?, ketakutan? rasa ingin memiliki yang berlebihan? Atau bahkan tidak ada rasa apapun juga?,</li>
<li>Apapun perasaan negatif yang Anda rasakan (misal marah atau sedih) , itu adalah “beban emosional” yang merupakan ganjalan lancarnya aliran dan pancaran cinta pada diri Anda maupun pada sekeliling Anda, dan ini harus dibereskan,</li>
<li>Duduklah tenang dan pusatkan pehatian ke dalam hati Anda, dan rasakan, akui dan terima bahwa Anda mempunyai perasaan itu (ini adalah tahapan yang paling penting),</li>
<li>Tanyakan ke dalam diri:”Apakah perasaan yang bergelut dalam pikiranku ini berkaitan dengan keinginanku untuk diakui ? untuk mengontrol keadaan dan nampak berkuasa ? atau supaya aku merasa aman dan nyaman?,</li>
<li>Apapun jawaban Anda, tanyakan lagi “Bisakah aku membebaskan diriku dari perasaan-perasaan ini?, minimal untuk saat ini?</li>
<li>“Maukah aku membebaskan diriku dari semua perasaan ini?,</li>
<li>“Kapan aku ikhlas membebaskan diriku dari semua perasaan ini?”…tunggu jawaban hati Anda, dan pada saat ada bisikan “s e k a r a n g!”, maka …….</li>
<li>Ijinkan dan Ikhlaskan diri Anda untuk bebas dari semua perasaan yang mengganjal pancaran aura cinta Anda ke sekliling Anda. Ambil nafas dalam-dalam dan hembuskan nafas sambil ucapkan “<em>phaaaaaa….hhhhhh</em>”, lakukan 3 x tarikan dan hembusan nafas untuk membersihkan semua sisa-sisa ganjalan,</li>
<li>Semoga pada titik ini Anda sudah bisa tersenyum hangat dan</li>
<li>Ulangi lagi katakan: “<strong>aku berniat untuk mencintai dan memancarkan cinta</strong>”, dan mulailah memancarkan cinta itu ke siapa saja.</li>
</ul>
<p>Tersenyumlah dengan tulus dari dalam hati Anda, dan juga pada apapun yang Anda temui hari ini dan hari-hari selanjutnya. Tersenyumlah dan niatkan untuk memancarkan cinta. Mungkin Anda akan mudah untuk memancarkan cinta pada pasangan hidup Anda, atau pada putera-puteri Anda, tapi kesulitan untuk mencintai rekan kerja atau Boss Anda. Kalau ini yang terjadi pada Anda, caranya sederhana, <strong><em>cari kesamaan</em></strong> antara mereka dengan Anda. Misalnya: “Apa persamaan antara rekan kerja anda, si Joni itu dengan Anda?”</p>
<ul>
<li>Oh…kita sama-sama laki-laki,</li>
<li>Kita sama-sama dilahirkan dari orang tua yang PNS,</li>
<li>Kita sama-sama bekerja di kantor yang sama,</li>
<li>Kita sama-sama punya orang tua yang berumur 70 tahun,</li>
<li>Kita sama-sama punya hobi motor gede (Moge),</li>
<li>Kita sama-sama menyukai Dian Sastro,</li>
<li>Kita sama-sama makhluk ciptaan Allah SWT,</li>
<li>Kita sama-sama……….(silahkan diisi sendiri)</li>
</ul>
<p><strong><em>Semakin banyak Anda menemukan kesamaan semakin mudah Anda untuk mencintai seseorang</em></strong>. Khusus untuk benda, maupun  yang sedikit abstrak, pada pekerjaan dan karir Anda, cari juga keuntungan yang Anda dapat dari benda, karir ataupun situasi itu. Carilah sebanyak mungkin kesamaan dan keuntungan, dan minimalkan mencari perbedaan!.</p>
<p>Pada saat Anda mulai terbiasa untuk memancarkan cinta ke sekeliling Anda, maka pada saat itu yakinlah Anda tampak kemilau dan <em>Insya Allah</em> kesuksesan hidup akan menyelimuti Anda. Pada saat itu Anda sudah mencapai tingkatan kehidupan yang lebih tinggi, <strong><em>berdamai dengan kehidupan</em></strong>.</p>
<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article13a.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-151" title="Article13a" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article13a-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Jadi apa donk makna iklan <strong><em>LG KE 770</em></strong> di samping ini <strong><em>“Dare to be Different”</em>, </strong>katanya harus berdasar pada <em>persamaan</em>? Santai, di sini iklan itu berarti “<strong><em>berani untuk berbeda dari kehidupan Anda di masa lalu</em></strong>”.  Berbeda dari Anda yang selalu memancarkan amarah, selalu menuntut, dan selalu kecewa. Kalimat iklan itu belum selesai Bung…, lengkapnya adalah:</p>
<p>“<strong><em>“Dare to be Different, I Shine” </em></strong></p>
<p><em>Sekarang Anda bercahaya, Anda punya aura cinta, Anda punya aura kesuksesan. </em>Selamat <img src='http://ezylife.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ezylife.net/apakah-aura-anda-bernuansa-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Juice it all around</title>
		<link>http://ezylife.net/juice-it-all-around/</link>
		<comments>http://ezylife.net/juice-it-all-around/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 16:48:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Grapho</dc:creator>
				<category><![CDATA[articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ezylife.net/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Sudah belajar banyak ilmu? Sudah berguru sampai ujung dunia, sudah ikut seminar berpuluh-puluh kali? Sudah punya koleksi buku satu kamar penuh? Sudah mencoba berbagai tips dan tricks dari para guru besar kehidupan? Tapi kenapa masih bertanya-tanya, kenapa hidup sepertinya tidak beranjak, masih sama dengan kemarin, masih sulit seperti bulan lalu, dan bahkan masih tidak terlalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article12a.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-146" title="Article12a" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article12a-223x300.jpg" alt="" width="223" height="300" /></a>Sudah belajar banyak ilmu? Sudah berguru sampai ujung dunia, sudah ikut seminar berpuluh-puluh kali? Sudah punya koleksi buku satu kamar penuh? Sudah mencoba berbagai <em>tips</em> dan <em>tricks</em> dari para guru besar kehidupan? Tapi kenapa masih bertanya-tanya, kenapa hidup sepertinya tidak beranjak, masih sama dengan kemarin, masih sulit seperti bulan lalu, dan bahkan masih tidak terlalu beranjak dan sama dengan tahun lalu. Jadi dimana ini salahnya? Apa semua ilmu yang sudah dipelajari dan ditekuni selama ini menguap demikian saja? Menghilang tanpa bekas?</p>
<p>Kalau kebetulan Anda saat ini sedang mengalami masalah semacam itu, atau pernah mengalaminya dan tidak tahu kenapa kejadian itu bisa terjadi, santai saja, sayapun pernah dalam situasi itu. Anda tidak sendirian. Dalam perjalanan kehidupan saya, ada masa di mana saya merasa bingung luar biasa, merasa seolah-olah tersingkir, terpojok dan tak punya kekuatan. Segala ilmu kehidupan dari yang “pokoknya ikuti saja langkah mentormu”, “Kamu pasti bisa”, sampai sakit hati yang kelewatan karena ditolak di sana-sini  (dan terus dibilang “ayo kamu harus berani gagal”, “gagal itu adalah kesuksesan yang tertunda”, “maju terus, makanya pelajari ilmu “<em>handling objections</em>”), sampai dengan yang harus mengikuti pelatihan lari-lari dalam gelapnya malam di pinggir pantai,  sambil berteriak-teriak “saya bisa, saya bisa” (jangan tanya saya, apa maksudnya, saya juga tidak tahu).  Belum lagi berbagai buku dari dalam dan luar negeri (yang saya beli lewat amazon.com) soal teori otak-atik otak, berpikir dan menjadi kaya, cash flow quadrant, persuasi, graphology, sales, marketing, kreatifitas, prana, rei ki, dowsing, komunikasi, sampai dengan berbagai buku yang mempunyai keterkaitan dengan buku <em>The Secret</em>, sudah semua saya lalap. Yang menarik adalah berbagai ilmu dari berbagai seminar, workshop dan buku-buku itu ternyata “<em>nggak mempan</em>” untuk saya?! Ampun deh !</p>
<p>Pencerahan muncul saat saya <em>terjerembab</em> dan <em>terjungkal</em> pada saat mencoba mempraktekkan berbagai ilmu itu, dengan cara <em>fresh from the oven</em>, alias langsung saja, persis <em>plek</em> seperti yang dituntunkan para penulisnya. Wah…ampun, terjerembab itu sakit banget, meski ilmu itu canggih di buku dan diperkataan para mentor, ternyata pas dipakai bikin babak belur juga! Ampun. Di titik inilah saya mulai mengerti bahwa mempraktekkan langsung bukanlah sebuah strategi yang menguntungkan. Bukan strategi yang enak dan cepat untuk bisa dilihat hasilnya. Jadi sebaiknya bagaimana ?</p>
<p>” <strong><em>Juice It, Blend It, Enjoy It”</em></strong>, itu kata Master Sifu, eh bukan (ini khan bukan film Kung Fu Panda he…he…), maksud saya kata <em>Master</em> <strong>Philips</strong> yang bikin blender dan diiklankan di harian KOMPAS setiap hari Minggu itu. Jelas para pemikir Philips pastinya punya arti yang mendukung penjualan blendernya, tapi untuk kita tagline itu bisa berarti :” <strong><em>Peras dan ambil sarinya</em></strong>, <strong><em>gabungkan dengan yang lain</em></strong> dan <strong><em>Nikmati perjalananmu”. Juice it, Blend It, Enjoy It </em>. </strong>Asyik khan?</p>
<p>Hebat sekali nasehat <em>Guru</em> Philips setiap hari Minggu ini, bukan? Nasehat ini nampaknya secara khusus ditujukan untuk kita-kita yang suka belajar dan masih terjatuh bangun, hmmmmmm……<strong><em>Good on You Philips</em></strong> !</p>
<p>Mencari <em>juice</em> dari sebuah ilmu, kemudian menggabungkannya dengan ilmu-ilmu lainnya (yang tentunya sudah diperas juga), pasti akan membuat kita lebih matang (jelas saja untuk memeras saja membutuhkan <em>effort</em> lebih he….he) dan karenanya masuk akal kalau kita jadi lebih lebih mumpuni, lebih berisi. Jadi kalau sudah belajar banyak, mungkin bijaksana kalau Anda bisa berhenti sebentar (“pause”), rileks sebentar, dan sarikan apa yang telah Anda pelajari, gabungkan dan gunakan dengan tersenyum.</p>
<p>Konkritnya? Begini, misalnya Anda baru saja selesai mempelajari tentang persuasi dari buku-bukunya <em>Kevin Hogan</em> (in <em>mbahnya</em> ilmu persuasi, jadi <em>it’s worth it to buy friend</em>), serta sudah penah belajar tentang ilmu marketing, dan baru selesai baca bukunya Joe Vitalle yang <em>Hypnotic Writing</em> itu, <strong>maka <em>juice them all</em>,</strong> dan <strong><em>blend it</em></strong>. Ambil kalimat-kalimat persuasif dari Kevin Hogan dan teapkan dalam menulis efektif sesuai teori Joe Vitalle. Juga dari Kevin, Anda bisa ambil intisari mengarahkan pemikiran partner bicara secara tersamar, dari marketing anda ambil konsep <em>supply and demand</em>-nya (baik produk maupun waktu), dari Joe Vitalle Anda bisa ambil konsep “menghipnosis pelanggan sampai pada titik <em>buying trances</em>-nya”. <strong><em>Juice it, Blend It</em></strong> dan <strong><em>Enjoy It</em></strong>.</p>
<p>Lho yang <strong><em>Enjoy it</em></strong> koq belum dibahas? he…he…yang ini maksudnya, selama menapaki seluruh prosesnya (baik dari awal sewaktu mulai belajarnya sampai benar-benar paktek), kita harus mengijinkan pikiran kita untuk selalu <strong><em>happy</em></strong> dan menikmati (“<strong><em>Enjoy It</em></strong>”) seluruh pernik-pernik prosesnya. <a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article12a.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-146" title="Article12a" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article12a-223x300.jpg" alt="" width="223" height="300" /></a>Jangan pernah menunda-nunda untuk menikmati, karena keberhasilan Anda sudah dimulai pada saat Anda memutuskan untuk belajar, <em>so enjoy every moment of it</em> dan bersyukurlah. Bukan keberhasilan yang menyebabkan kita bisa <em>enjoy</em>, tetapi karena kita <strong><em>enjoy</em></strong>-lah maka keberhasilan menjadi lebih mudah datang. Lho koq gitu ? Ini pasti berbau metafisik, mungkin ada sebagian dari Anda yang protes. He…he..he sama sekali bukan dan tidak perlu protes. Sejak tahun 1950 an para ilmuwan sudah menemukan bahwa pada saat bagian “lymbic system” seseorang aktif, otaknya menjadi sangat plastis dan mudah menyerap info baru, sehingga belajar dan berpikir menjadi sangat mudah. “Lymbic System” adalah pusat kenikmatan atau “<em>pleasure center</em>” atau sederhananya  pusat “enjoy” di dalam otak setiap manusia. Jadi dari sini saja kita tahu, bahwa memang bener “<em>enjoy</em>”lah pada saat  belajar dan “<strong><em>enjoy</em></strong>” juga pada saat mempraktekkan ilmu. Insya Allah semuanya akan jadi mudah, <em>and you will sing all along</em>…d…da…da….da……da…da</p>
<p>Masih ragu-ragu? Coba lihat lagi pesan emas dari blender Philips: <strong><em>Juice It, Blend It dan……Enjoy It </em></strong></p>
<p>Silahkan dicoba dan <em>good luck</em> <img src='http://ezylife.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ezylife.net/juice-it-all-around/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mikir dikit dan sukses ? Bisa !</title>
		<link>http://ezylife.net/mikir-dikit-dan-sukses-bisa/</link>
		<comments>http://ezylife.net/mikir-dikit-dan-sukses-bisa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 16:43:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Grapho</dc:creator>
				<category><![CDATA[articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ezylife.net/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat saya melihat gambar di samping ini, di sebuah mall (dan beberapa gambar sejenis di sepanjang jalan Kaliurang, Jogja), saya bukannya berhenti berpikir (seperti saran iklan itu), tapi justru  saya berpikir, dan berpikir dan berpikir???? Pertama, saya mikir “kalau saya mengikuti saran si monyet, berarti sang monyet ini bener-bener luar biasa, berhasil membujuk saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article11a.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-141" title="Article11a" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article11a-226x300.jpg" alt="" width="226" height="300" /></a>Pada saat saya melihat gambar di samping ini, di sebuah mall (dan beberapa gambar sejenis di sepanjang jalan Kaliurang, Jogja), saya bukannya berhenti berpikir (seperti saran iklan itu), tapi justru  saya berpikir, dan berpikir dan berpikir???? Pertama, saya mikir “kalau saya mengikuti saran si monyet, berarti sang monyet ini bener-bener luar biasa, berhasil membujuk saya untuk <em>berpikir seperti dia</em>? ???”  alias nggak usah mikir (panjang) dan cepet pakai XL! Wah…. kalau ini terjadi, hmmmmmmm…benar-benar hebat si perancang iklan ini.  Saya mencoba berhenti berpikir, ok stop berpikir…stop berpikir dan ternyata tidak bisa. Saya bahkan  berpikir lebih jauh bahwa iklan itu serasa <em>berteriak</em> ke saya  “Hei….kenapa sih kamu ini, ngambil keputusan mudah gitu saja nggak bisa?” “Monyet saja bisa, kenapa kamu lambat banget mikirnya??” Wah…wah….wah tambah seru juga nih !! Eeeh….baru berhenti berpikir sejenak, saya mulai mikir lagi (tuh mulai nggak patuh sama mbah Monyet he…he), “hebat sekali si monyet ini, sampai-sampai diberi mandat untuk “menyadarkan” dan memberikan “<em>petuah</em>” pada orang, untuk bisa memutuskan sesuatu yang sangat penting??!??  Saya jadi semakin berpikir si perancang iklannya yang hebat, monyetnya yang hebat atau orang-orangnya (yang mengikuti saran monyet) yang lagi bingung dan nggak PD sehingga saran sang artis  monyet jadi efektif???? Wah…wah…dan saya mulai mikir lagi, kalau memang omset penjualan XL “meledak” gara-gara iklan yang satu ini, berarti memang betul-betul deh kerjasama antara tim kreatif iklan tersebut dan sang monyet yang ”pemikir” (lihat tuh pose tangan sang monyet yang berada di bawah dagu) perlu diacungi 4 jempol (2 jempol dari tangan saya dan 2 jempol dari tangan isteri saya).  Tapi….eiiit……. tunggu dulu, ambil nafas dulu dan santai dulu……sudah tenang…..ahaaa……siapa yang menyuruh mengkaitkan antara gambar monyet dengan kalimat-kalimat di atasnya??? Meski gambar monyet itu berada bareng dalam satu tempat dengan tulisan “<strong><em>Nggak Usah Mikir, Pakai XL Pasti Murah</em></strong>”, sangat jelas bahwa yang “ngomong” pasti bukanlah sang Monyet! (mana ada monyet bisa ngomong! Well setidaknya saya belum pernah melihat ada monyet bisa ngomong). Ini pasti pesan “sponsor” alias pesan XL tentang murahnya jasa pelayanan komunikasi mereka, dan bisa jadi sang monyet menjadi sebuah “<strong><em>attractant</em></strong>” saja, dan……berhasil, <em>at least</em> untuk saya. Buktinya saya jadi malahan mikir ke sana-kemari he….he…..he…</p>
<p>Harus diakui  kadang kita terlalu mudah dan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Dalam kasus iklan XL di atas, saya yakin banyak dari kita yang “menganggap” kalimat “<strong><em>Nggak Usah Mikir</em></strong>” itu adalah kalimatnya si Monyet (dan seakan-akan monyet itulah yang lagi memberi petuah). Padahal jelas tentu saja tidak!. Iklan XL tersebut dengan sangat bagus sekali mengingatkan kita bahwa “<em>Anda harus cerdas dalam menerima sinyal, menerima input, menerima informasi, dan tentu saja menganalisa serta mensimpulkan apa yang Anda lihat (atau dengar)”.</em> Terlalu cepat menanggapi informasi yang masuk ke dalam pusat database kita (alias otak kita) bisa menjerumuskan kita, bisa membuat kita pusing dan bingung.</p>
<p>Informasi dari luar begitu banyak membanjiri kita. Informasi dan data masuk lewat mata, hidung, telinga, pencecap dan kulit, bahkan dalam periode 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Dua puluh empat jam??? Iya betul meski Anda tidur, telinga Anda masih tetap mendengar dan informasi tetap diproses oleh otak Anda. Coba sekali-sekali tidurlah dengan pesawat radio atau TV yang tetap menyala, dijamin pada saat Anda bangun, Anda akan merasa atau bahkan ingat beberapa kalimat/kata dari radio/TV yang ada disebelah Anda.  Anda akan semakin bisa menyelami kalau Anda coba setel CD Anda yang berisi lagu-lagu tertentu sambil tidur, dijamin keesokan harinya, tanpa sadar Anda akan bersenandung lagu-lagu yang Anda “dengarkan” semalam. Yang agak seru adalah apabila TV ataupun Radio yang Anda “dengarkan” sambil tidur itu menyiarkan hal-hal yang tidak produktif bagi pengembangan diri Anda. Cerita kriminal, kekerasan, cerita horor, dan berita peperangan, bisa dipastikan semua itu masuk dengan sangat efektifnya dan tersimpan dengan rapinya di dalam pusat penyimpanan database kita (“otak”).</p>
<p>Sudah lama sekali saya tidak tidur sambil mendengarkan radio (seperti pada saat saya kuliah dulu), ataupun melihat televisi berisi berita-berita buruk menjelang tidur. Keputusan ini saya ambil karena saya tahu persis bahwa saat menjelang tidur (saat antara mata kita mulai berat dan saat kita benar-benar tertidur) adalah saat paling efisien untuk memasukkan data ke memori di otak kita, dan pada saat tidurpun telinga kita tetap mendengar.</p>
<p>Pada saat Anda berani mengambil kontrol apa saja yang boleh masuk ke dalam <a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article11b.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-142" title="Article11b" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article11b-300x270.jpg" alt="" width="300" height="270" /></a>otak kita dan mulai memilah dan memfilter informasi yang menuju ke arah kita, pada saat itulah sebenarnya Anda sudah mulai menjadi “pilot” yang bertanggung jawab pada diri Anda. Pada saat Anda berani memutuskan untuk menggunakan “database” Anda, hanya untuk mendukung kebahagiaan hidup kita dan orang-orang di sekeliling kita, maka saat itulah sebetulnya “hari proklamasi kemerdekaan”Anda dicanangkan. Hari itu, Anda bisa berteriak kepada dunia “I am free, I Live in Freedom”. Kenapa ada gambar gerai “Mister Burger” di sebelah tulisan ini? Well, bagi saya gerai Mister Burger, adalah pengingat “freedom” saya. Saya sangat berterima kasih pada “Mister Burger” Kenapa? Karena saat saya bertanya pada penjaga gerai “Mister Burger”: “Apa sih artinya “<strong><em>Really Safety Your Hunger”</em></strong>? dan dia menggelengkan kepala dan nampak ragu-ragu…Yesss!!!!  <em>Congratulation </em>Bayu kamu sudah berhasil memilah dan memilih informasi yang akan kamu masukkan ke dalam pusat memori kamu! Info yang ini belum saatnya di inputkan ke pusat memori! Pada saat saya menanyakan arti tulisan yang tertulis dengan cantiknya di gerai Mister Burger, itu berarti, pada saat <em>that very moment</em>,  saya sudah <em>take control</em> pada diri saya, saya mulai memilih dan memilah info yang terpapar ke saya. Saya yakin pasti ada arti menarik dari kalimat “<strong><em>Really Safety Your Hunger</em></strong>”, kalimat ini pasti sudah melewati sederetan pengkajian, tapi mungkin untuk sementara saya akan catat sebagai “need more infos” dalam file memori saya tentang burger yang satu ini. Apakah ini berarti saya berhenti berpikir alias nggak usah mikir? Mmmmmm….saya nggak yakin.</p>
<p>Bagaimanapun kondisinya kita selalu berpikir. Dan ini bagus, minimal bisa membuat kita kreatif, dan memacu sel-sel otak untuk terus memperbarui dirinya dan membuat sel-sel baru dan serunya Anda bisa menghasilkan ide dan pemikiran baru dan Insya Allah menjadikan Anda yang lebih baru. Mau coba….?</p>
<p>Silahkan Anda diam sejenak, arahkan pandangan pada semut hitam yang melintas di meja di depan Anda (atau pada bunga di depan Anda, atau pada sebuah cemilan kripik kentang yang berkilau-kilau,  yang teronggok tidak jauh dari Anda), atau apa sajalah yang bisa Anda pandang dengan penuh perhatian. Diamlah sejenak lagi dan perhatikan, amati serta dengarkan “pembicaraan” di dalam diri Anda. Apa yang Anda dengar? “Ngapain saja si semut ini jalan bolak-balik?”, “Lho koq malah muter ke sana, padahal gulanya ada di sebelah sini?”, “Bagus sekali bunga rose ini, merah dan segar, dan pinggirnya itu?&#8230;&#8230;lho itu kan ada banyak semut yang berjalan-jalan? Sedang cari apa semut-semut itu”, “Siapa yang membuang bungkus keripik kentang di situ? pasti orang yang nggak pernah sekolahan, apa dia nggak tahu kalau begitu dibuat kemasan pembungkus keripik kentang ini nggak bisa lagi hilang tanpa dibakar?, “Payah sekali produsen keripik kentang  ini, berani menciptakan nggak berani menanggung biaya pemusnahan?! Harusnya ada aturan yang mewajibkan setiap produsen produk yang sulit didegradasi itu untuk memasukkan ongkos degradasi pada harga jual produknya,! Di Jogja tuh ada sekelompok masyarakat yang mendaur ulang pembungkus eripik kentang dan sejenisnya menjadi berbagai barang seni, ongkos untuk memilah, mencuci dan merajang kemasan pembungkus ini Rp. 6000 per kilo dan dikerjakan seharian penuh. Ini artinya untuk memproses pembungkus keripik kentang yang sekitar 50 gr itu adalah RP. 300,-. Jadi kalau harga keripik kentang itu sekarang Rp. 1000 per bungkus, seharusnya harga jualnya adalah Rp. 1.300,-.  Dengan begitu produsen dan konsumen sudah bertanggung jawab sejak awal dengan membayar ongkos daur ulangnya sekaligus. Nggak seperti sekarang ini yang membuat, dan yang menikmati nggak ikut bertanggung jawab??? Aneh harusnya berani produksi, berani pakai, ya harusnya juga berani memusnahkan?!! Betul kan?” Awalnya tidak ada, sebaiknya akhirnya juga tidak ada!</p>
<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article11a.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-141" title="Article11a" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article11a-226x300.jpg" alt="" width="226" height="300" /></a>Lho koq kita jadi mikir tentang pembungkus keripik? Dan berpikirnya jadi begitu seru??? Begitulah, dan memang begitu Anda memutuskan untuk menggunakan “database” Anda untuk “berolah otak”, dan ada pemicu sedikit saja (pembungkus keripik kentang, misalnya), pikiran kita akan dengan sangat mudah dan cepat mengalir ke sana-sini dan banyak hal akan muncul dan pikiran akan terus beraktivitas, dan terus berpikir dan berpikir. Terus apa hubungannya pikiran kita yang bisa mengalir ke sana kemari, dengan “petuah” sang artis pendatang baru yang jadi bintang iklan XL (yang gambarnya terpampang di atas dan di samping)? Ada……..dan yang utama adalah iklan itu ternyata membisikkan sebuah kalimat indah yang berarti “hentikan berpikir pada saat pikiran Anda mengarah ke hal-hal yang menghambat pengembangan dan perbaikan hidup Anda” Hentikan berpikir pada saat pikiran kita penuh dengan kecurigaan, kemarahan, ketakutan, kesedihan dan kecongkakan.</p>
<p>Apabila suatu saat, misalnya, teman kantor Anda menggosip bahwa si X itu menggaet klien dengan cara yang “di luar” kenormalan. Silahkan ingat iklan XL dengan artis monyetnya, dan terjemahkan pesan iklan itu menjadi “<strong><em>Nggak usah dipikirin</em></strong>”. Setelah itu ambil keputusan untuk menghentikan aktivitas mendengarkan gosip sampai pada titik itu, pada detik itu dan hentikan pula memikirkan tentang si X. Hanya Anda yang bisa mengijinkan otak Anda untuk berpikir atau tidak. Jadi, <em>power</em>-nya ada di diri Anda.</p>
<p>Misalnya suatu saat Anda merasa marah dan marah luar biasa pada seseorang, dan mulai memikirkan bagaimana cara memuntahkan kemarahan pada orang tersebut. <em>Please</em> hentikan pemikiran tersebut. Ambil nafas panjang-panjang dan bujuk diri Anda sendiri untuk mencari keindahan dari situasi yang sedang Anda hadapi. Tanyakan, “apa karunia Tuhan dan “mutiara” yang bisa saya dapatkan dibalik situasi yang membuat saya <strong><em>tadi</em></strong> marah? (perhatikan saya gunakan kata <strong><em>tadi</em></strong>…..ini saya sengaja karena pada saat Anda mulai mencari karunia Tuhan, kemarahan Anda sebenarnya sudah lewat..sudah <em>past tense</em>). Pada titik ini Anda menghentikan berpikir ke arah yang negatif, dan membalik menjadi berpikir ke arah yang positif</p>
<p>Kenapa memikirkan hal postif itu bagus? Karena dengan berpikir ke arah yang positif dada kita menjadi lega, pikiran menjadi jernih dan kita melepaskan diri dari “protection mode”. Wah apa pula “protection mode” ini? Begini……menurut seorang ahli biologi sel Dr. Bruce Lipton (baca bukunya “<strong><em>The Biology of Belief</em></strong>”), makhluk hidup (mulai dari tingkat organisma 1 sel sampai manusia) selalu berada pada <strong><em>salah satu</em></strong> moda, “<strong><em>protection mode</em></strong>” atau “<strong><em>growth mode</em></strong>”. Pada saat makhluk hidup berada pada kondisi “protection mode”, dia tidak bisa melakukan “growth” alias pertumbuhan dan perbaikan. Pada kondisi “protection mode” (biasanya pada saat merasa terancam, takut, lingkungan menekan), sebagian besar energi di pusatkan untuk melindungi diri dan mempersiapkan upaya “serang atau lari”. Pada saat seseorang sedang takut, marah atau tertekan, sebagian besar darah dialokasikan ke arah tangan dan kaki (bersiap untuk melindungi, lawan atau lari), dan hanya sedikit tersisa untuk bagian tubuh lainnya termasuk otak. Kondisi itulah yang menyebabkan orang yang sedang marah tangan dan kakinya sangat tegang, dan otaknya susah berpikir “lurus” dan kadang terasa berdenyut (karena hanya sedikit darah yang mengalir ke otak). Akibatnya, orang tersebut bisa berbuat sesuatu yang kemudian akan disesali.</p>
<p>Lebih jauh kalau kita selami temuan Prof. Emoto tentang struktur kristal air yang bisa berubah dengan cepat akibat perlakuan dan kata-kata negatif (silahkan baca buku beliau tentang rahasia kekuatan air), maka berpikir negatif itu sama saja dengan menganiyaya diri sendiri. Bayangkan saja kalau air di gelas bisa langsung bereaksi jadi hancur-hancuran bentuk kristanya pada saat kita kasih  ucapan buruk, bagaimana dengan air yang ada di dalam tubuh kita (yang kalau nggak salah jumlahnya sekitar 70% plus minus itu), kalau kita setiap saat berpikir dan mengucap hal-hal yang negatif?</p>
<p>Jadi kesimpulannya, kalau kebetulan Anda mulai merasa tertekan, marah dan mulai berpikir ke arah yang negatif-negatif, cepat-cepat ingat iklan XL dengan monyetnya yang keren itu, berterima kasihlah pada tim kreatif XL, serta mulailah untuk</p>
<p><strong><em>“Nggak usah mikir !!!!”</em></strong></p>
<p>﻿</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ezylife.net/mikir-dikit-dan-sukses-bisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berguru pada LG: Semua jadi Mudah</title>
		<link>http://ezylife.net/berguru-pada-lg-semua-jadi-mudah/</link>
		<comments>http://ezylife.net/berguru-pada-lg-semua-jadi-mudah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 16:30:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Grapho</dc:creator>
				<category><![CDATA[articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ezylife.net/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[LG selalu mempromokan sebagai produsen elektronik dengan care tinggi terhadap kehidupan. LG sendiri sering dimunculkan dengan idiom “Life is Good “ (coba perhatikan saat iklan LG muncul di TV). Hidup itu indah…wah asyik betul kalimat itu. Coba teman, apakah hidup anda indah? Atau bahkan sebaliknya hidup anda misserable alias puyeng alias kacau alias penuh pergulatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article10a.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-130" title="Article10a" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article10a-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>LG selalu mempromokan sebagai produsen elektronik dengan <em>care</em> tinggi terhadap kehidupan. LG sendiri sering dimunculkan dengan idiom “<strong><em>Life is Good</em></strong> “ (coba perhatikan saat iklan LG muncul di TV). Hidup itu indah…wah asyik betul kalimat itu. Coba teman, apakah hidup anda indah? Atau bahkan sebaliknya hidup anda <em>misserable</em> alias puyeng alias kacau alias penuh pergulatan alias membingungkan dan tanpa arah? Kalau ini yang sedang anda alami, well…..<em>sit back</em> silahkan teruskan baca tulisan ini, sebuah tulisan yang ditulis oleh seorang yang pernah menganggap hidup ini juga membingungkan. Jadi santai saja tulisan saya berada di pihak anda koq.</p>
<p><strong><em>Life is Good</em></strong> kata LG, dan itu benar, hidup ini memang indah dan bisa jadi indah kalau anda bisa melihatnya dengan”<em>kacamata</em> keindahan” (dan akan sebaliknya hidup itu kacau, kalau anda menggunakan kacamata kekacauan). Silahkan anda coba pergunakan kacamata atau sunglasses dengan lensa yang berwarna merah, maka bernuansa merahlah semua yang anda lihat di sekeliling anda, dan coba gunakan sunglasses dengan lensa biru maka semua yang anda pandang akan bernuansa biru juga. Apapun yang di luar kita sebenarnya tergantung dari cara pandang kita. Iklan LG telah memberikan satu tawaran untuk melihat hidup ini indah, dan ada tambahannya lagi, khusus untuk brosur HP Viewty (lihat foto di atas) ada tulisan indah di bawahnya <strong>“<em>Capture all the goodness in life</em>”</strong>. Apa artinya ini? Well…orang bisa mengartikan macam-macam, tetapi salah satu pesan yang bisa kita ambil adalah kita akan mempunyai kehidupan yang indah dan tentu saja mudah, pada saat kita jeli untuk memperhatikan dan <strong><em>menangkap semua keindahan yang ada dalam kehidupan ini</em></strong>. Asyik kan?</p>
<p>Pada saat saya menulis artikel ini, saya sedang menunggu petugas optic <strong><em>Lily Kasoem</em></strong> memasang lensa kacamata saya (karena lensa yang lama sudah tidak pas lagi dan saya jadi kesulitan baca). Jelas dengan posisi seperti ini bidang pandang baca saya sangat terbatas (<em>alias agak rabun</em>) dan saya mengetik di laptop saya ini dengan tertatih-tatih tanpa kacamata kesayangan saya. Tetapi meski berkutat dengan pandangan saya yang terbatas tersebut, saya merasa mendapatkan <em>keindahan</em> di ruang pamer <strong><em>Lily Kasoem</em></strong> ini, para petugasnya melayani saya dengan senyum, dan mas  Yanto (salah satu petugas yang melayani saya) bahkan memberikan kursus gratis memotong lensa kepada saya (bukan kursus beneran sih, hanya sekilas tentang teknik praktis memotong lensa), dan itu adalah <strong><em>sebuah keindahan</em></strong> bagi saya. Dari mas Yanto, saya jadi tahu, ternyata benar kata orang tua kita dahulu, kalau baca sambil tidur matanya bisa rusak, dan mas Yanto mengambarkannya di secarik kertas (dan saya melihat dengan mata setengah rabun he..he). Waktu saya kecil, saya tidak tahu persis, yang dimaksud rusak itu seperti apa.</p>
<p>Tapi..gara-gara kursus singkat mas Yanto dari optic Lily Kasoem hari ini, saya jadi tahu bahwa membaca sambil tidur bisa menyebabkan mata jadi <em>silinder </em>dan pandangannya menjadi sangat terganggu. Ini ilmu baru dan ini keindahan yang saya dapat sore ini.. <em>Thank you</em> mas Yanto, mas Jumakir dan mbak Mudarisah dari Lily Kasoem Galeria Mall Yogya, Anda adalah pembawa kebahagian kehidupan saya sore ini. Bagaimana dengan Anda pembaca? Keindahan apa yang sudah dan sedang alami sekarang?</p>
<p>Kehidupan ini indah, Tuhan telah menciptakannya begitu, dan LG menegaskannya ulang untuk kita dengan <strong>LG <em>“Life is Good”,</em></strong> terima kasih LG. Pada saat Anda berhasil dengan jeli menangkap titik-titik keindahan kehidupan dengan lensa anda, seperti tertera dalam brosur LG Viewty: <strong><em>Capture all the Goodness in Life”, </em></strong>Anda<strong><em> </em></strong>akan membuat<strong><em> </em></strong>apapun yang anda lihat atau pegang dan bahkan dengarkan terlihat indah, mudah <strong><em>(“Life Becomes so Easy”),</em></strong> terasa nyaman dan terdengar merdu. Bayangkan bahwa seandainya mulai besok pagi semua yang anda lihat, pegang dan dengar semuanya memberikan keindahan, kemudahan, kenyamanan dan kemerduan untuk Anda, Pasti asyik sekali bukan?</p>
<p>Kejelian kita untuk meng-<strong><em>Capture all the Goodness in Life</em></strong> seperti pesan dalam iklan HP Veiwty LG, sangat diperlukan pada saat Anda harus melakukan pergeseran diri ataupun transformasi menuju diri Anda yang lebih baik ataupun kondisi yang lebih baik (misal karir, finansial, hubungan dengan pasangan ataupun keluarga). Pertanyaannya adalah kenapa harus bergeser, dan kenapa harus berubah?</p>
<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article10b.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-131" title="Article10b" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article10b-300x190.jpg" alt="" width="300" height="190" /></a>Segala hal bergeser, segala hal berubah, dunia ini berubah setiap saat, bahkan bentuk sebuah batu yang teronggok di pinggir sungaipun berubah (silahkan tanyakan pada para ahli geologi). Diri kitapun berubah, kekuatan kemauan, dan kemampuan kita berubah, dan yang paling nyata percakapan dalam diri kita (“self talk” yang sekitar 50.000 x sehari menurut Hale Dwoskin yang ahli metoda Sedona) juga berubah. Pada saat kita berumur 4 sampai 5 tahun, pada saat kita berhadapan dengan kacoak, percakapan dalam diri kita mungkin adalah “waduhhh apa ini, menarik sekali kalau dipegang dan dimainkan? Apalagi bagian luarnya yang mengkilat ini, wah…bagus sekali coba saya pegangnya…dsb…dsb”. Nah pada saat kita sudah berumur 26 tahun, begitu lihat kacoak bukan hanya berbicara dalam hati “hiiiii…geli amat, apalagi itu tuh kakinya yang bergerak-gerak…hiii”, tetapi juga langsung lompat dan menjauh sambil berteriak-teriak “kacoak !!”.</p>
<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article10c.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-132" title="Article10c" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article10c-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Dari urusan pembicaraan dalam diri yang berubah ini juga, sudah nampak ada pergeseran, dari pembicaraan yang <em>exciting</em>, asyik dan menarik, menjadi pembicaraan yang geli, jijik, dan sedikit marah. Hanya dengan melihat dari <em>self talk</em> yang <em>exciting</em> berubah menjadi jijik ini saja sudah mengisyaratkan kita akan perlunya mulai melakukan “<strong><em>Capturing all the goodness in life-nya</em></strong>” HP LG Viewty. Kenapa? Karena dengan melihat dan menangkap keindahan dalam hidup, kita menjadi penuh syukur , dan merasa penuh rahmat (dan ssss.sst ini rahasia, langkah inilah yang membuka lebar pertolongan Tuhan kepada kita, ini menurut para jagoan spiritual, jadi lebih baik kita ikut aja, benar?). Selain itu manfaat lain yang bisa kita ambil dari pesan iklan LG Viewty yang “<strong><em>capturing all the godness in life</em></strong>” adalah hidup kita akan menjadi lebih <em>exciting</em>. Mirip dengan waktu kita masih anak, semua <strong><em>exciting</em></strong>, semua hal menantang, semua menyenangkan dan semua menunggu untuk kita eksplorasi (bahkan kotak karton bekas pembungkus kulkas saja bisa jadi mainan berjam-jam).</p>
<p>Bayangkan saja apabila cara pandang <strong><em>melihat segala keindahan</em></strong> ini kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari kita, pasti akan seru and <em>exciting</em>. Misalnya saja nih, suatu saat anda terjebak macet dan motor di depan anda mengeluarkan asap yang tebal dan nampak menyesakkan dada, Anda tinggal melihat hal itu dari keindahannya, dan mulai mencari :”Apa yang menarik dan asyik dari asap yang mengepul ini?”. Mungkin saja si pengendara belum punya cukup uang untuk menservis motornya? Yah bisa saja minggu lalu isterinya baru melahirkan dan seluruh dana tersedot ke sana, jadi mungkin nanti kalau dia sudah berhasil menabung dia akan servis motornya sehingga asapnya jernih. Alhamdulillah, saya punya cukup dana untuk servis, sehingga motor saya ini jalannya tokcer dan tidak berasap…Alhamdulillah Tuhan Engkau Maha Besar telah memberiku rejeki. Amin. Tuuuuhhh kan…meski Anda sedang dibagi-bagi asap knalpot dari motor di depan Anda, eh itu malahan bisa mengingatkan Anda untuk bersyukur. Indah kan?</p>
<p>Hal lain, saat isteri saya menemukan ternyata di beberapa spot di rambut kepalanya, ditemukan untaian-untaian rambut yang berwarna putih. Dan pada saat dia mulai mau “<em>complain</em>”, saya ucapkan saja, asyik tuh muncul rambut warna putih, dan putih itu kan cuma warna, jadi ini kesempatan untuk bisa mewarnai rambut, bukannya Ibu sudah saatnya untuk cat rambutnya dengan warna lain yang lebih keren?Jadi munculnya rambut putih itu isyarat dari Tuhan, <em>this is the time</em> ! Asyik kan? Bayangin kita yang tadinya sering (karena keterbatasan kita) menganggap Tuhan itu jauh banget (bahkan anak saya si Agi yang waktu itu baru masuk kelas 1 SD sempat protes “kenapa Tuhan itu koq pemalu, nggak mau dilihat, nggak mau diajak omomg, padahal Agi mau berteman sama Tuhan???”), dengan munculnya rambut putih kita jadi merasa dekat. Tuhan sendiri lho yang mengingatkan bahwa <em>“this is the time to do the thing that you’ve been thinking about!!!”</em> Keren kan?</p>
<p>Well…orang lain mungkin punya pandangan berbeda tentang munculnya rambut putih, tapi sebagai hamba Tuhan kita juga diberi hak untuk punya persepsi sendiri untuk merasakan cinta Tuhan. Kalau ada orang berpikir munculnya rambut putih adalah tanda-tanda munculnya ketuaan (dan mungkin bisa pikun), ya…boleh saja. Kalau saya dan isteri saya, ini tanda Tuhan sedang menyebarkan cintanya, dan dengan sangat private sekali “berbisik” Sita (ini nama isteri saya), <em>“this is the time to take care your hair, dan kalau perlu di cat juga yang keren”. </em>Coba kalau saya mengertinya “muncul uban” dengan persepsi seperti itu, apa mungkin saya marah, jengkel, ataupun frustasi dengan kehidupan? Nggak lah yaoooo!</p>
<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article10c1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-133" title="Article10c" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article10c1-300x225.jpg" alt="" width="210" height="158" /></a>So, <em>next time </em>Anda mendapatkan brosur, jangan dibuang, berterima kasihlah kepada Tuhan yang telah “berbisik” dan memberikan motivasi kepada Anda, dan juga berterima kasihlah pada LG yang telah membantu Anda untuk selalu “<strong><em>Capturing all the Goodness in Life</em></strong>”.</p>
<p><strong><em>Life is Good, thanks LG. </em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ezylife.net/berguru-pada-lg-semua-jadi-mudah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasti Pas !</title>
		<link>http://ezylife.net/pasti-pas/</link>
		<comments>http://ezylife.net/pasti-pas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 14:49:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Grapho</dc:creator>
				<category><![CDATA[articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ezylife.net/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Kapan terakhir kali Anda mengeluh? Satu menit yang lalu? Setengah jam yang lalu? Tiga jam yang lalu? Atau mungkin satu minggu yang lalu? Hebat sekali kalau terakhir kali Anda mengeluh itu sekitar satu minggu yang lalu. Yang pernah saya dengar, kita-kita nih umumnya mengeluh sampai lebih dari 75 kali dalam sehari. Benar yang Anda baca [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article9a.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-113" title="Article9a" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article9a.jpg" alt="" width="196" height="262" /></a>Kapan terakhir kali Anda mengeluh? Satu menit yang lalu? Setengah jam yang lalu? Tiga jam yang lalu? Atau mungkin satu minggu yang lalu?</p>
<p>Hebat sekali kalau terakhir kali Anda mengeluh itu sekitar satu minggu yang lalu. Yang pernah saya dengar, kita-kita nih umumnya  mengeluh sampai lebih dari 75 kali dalam sehari. Benar yang Anda baca lebih dari 75 kali sehari, dan itu rata-rata, artinya bahkan ada yang lebih!</p>
<p>Apa benar begitu? Coba saja kita amati diri kita dan orang-orang di sekitar kita? Berapa kali kita temukan keluhan pada diri kita dan di sekeliling kita dalam 5 menit terakhir? Lima ? Sepuluh ? atau duapuluh lima? Atau ….bahkan lebih ???</p>
<p>Sedih juga sebenarnya menghadapi kenyataan bahwa pada umumnya, kita hidup bergelimang dengan keluhan, kemana saja kita menghadap, kemana saja kita pergi, kemana saja kita melangkah, seakan-akan harus selalu bertemu dengan keluhan. Bahkan yang lebih parahnya sebagian besar dari kita, seakan-akan terlahir sebagai “pengeluh ulung”, yang memenuhi hidup dengan mengeluh, dan mengeluh dan mengeluh. Apa saja dikeluhkan, seakan-akan hidup tidak lengkap tanpa keluhan. Sekedar contoh:</p>
<ol>
<li>Mahal banget harga gas sekarang!,”Macet lagi, macet lagi, bagaimana sih ini?”,</li>
<li>“Wah lambat baget sih kerja si pegawai baru itu!,</li>
<li>“Aduuhh sakit sekali punggungku ini, padahal baru kemarin aku pergi ke tukang pijit”,</li>
<li>“Huuuuh…..berisik amat amat anak satu ini, apa nggak bisa kasih kesempatan Mama untuk istirahat dengan tenang?,</li>
<li>” Ayo minta mainan lagi bukankah baru dua hari yang lalu Bapak belikan transformer?!”,</li>
<li>“Payah deh suamiku ini, pulang kantor maunya baca koran, bukannya nanyain gimana khabarku etelah seharian bungkam di rumah?”,</li>
<li>“Wah kacau deh, isteriku sudah bertambah lagi tuh <em>laci</em>nya, padahal aku sudah minta dia untuk diet dan senam?!  Dan seterusnya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</li>
</ol>
<p>Keluhan sebenarnya adalah sebuah ekspresi kemarahan dengan tingkat yang rendah (untuk tingkat yang lebih tinggi ini bisa menjadi huru-hara, perkelahian ataupun demo yang menghancurkan berbagai sarana). Mengeluh meski terdengar wajar dan normal, sebenarnya sangat tidak produktif. Pada saat mengeluh sebenarnya kita sedang dalam posisi “kalah”, merasa diperlakukan tidak adil , dan merasa tidak berharga. Pada kondisi semacam ini, meski nampak luarnya kita kesal pada orang lain, pada keadaaan, atau pada situasi tertentu, sebenarnya kita sedang<strong><em> marah pada diri kita sendiri</em></strong>. Pada saat itu sebenarnya kita sedang kesal pada apa yang telah pernah kita lakukan, pada ketidak-mampuan kita, pada siapa sebenarnya kita. Intinya kita marah dan nggak puas pada diri kita sendiri.</p>
<p>Kalau kita mau sedikit melihat ke dalam, maka dalam situasi “mengeluh” seperti itu kita sebenarnya sedang “menghambur-hamburkan energi kita”, karena  <em>berbicara</em> dua kalimat dengan tujuan yang berbeda. Satu kalimat kita ekspresikan ke luar, dan satu kalimat merupakan internalisasi kekesalan pada diri sendiri, dan ditujukan pada diri kita sendiri. Coba kita perhatikan:</p>
<ul>
<li>Satu kalimat (yang diekspresikan ke luar) berbunyi: “Payah nih si Boss pilih kasih, kasih kerjaan yang rumit-rumit ke aku, sedang yang mudah dikasih sama si Mona”. Satu kalimat lagi (yang ditujukan ke dalam diri) berbunyi ”Gimana sih kamu ini tugas sepele seperti itu aja koq nggak bisa dikerjakan, dan kenapa juga wajah kamu nggak secantik Mona?,</li>
<li>Satu kalimat berbunyi: “Si X itu nggak sopan masa sih aku di”kuliahi” denganbahasa yang kasar, memang dasar dia nggak berpendidikan!”, dan satu kalimat (yang ditujukan untuk diri sendiri): ”Bagaimana sih kamu (diriku) ini, diomongin kasar sama si X koq nggak berani melawan, kamu memang dasar pengecut !”.</li>
<li>Satu kalimat berbunyi:”Wah harga barang-barang naik lagi, gimana ini? Kapan orang-orang berpenghasilan kecil seperti aku bisa hidup layak kalau harga-harga melonjak-lonjak seperti ini?, dan satu kalimat lain berbunyi :“Kenapa sih kamu ini koq selalu sial dan selalu nggak punya uang cukup?”.</li>
</ul>
<p>Nah sekarang Anda bisa lihat kan, kenapa orang yang mengeluh itu selalu nampak tidak fit? Energinya terkuras habis selain untuk memikirkan keluhan yang diekspresikan keluar (bisa dalam bentuk kata-kata, raut muka ataupun sikap dan tindakan), juga untuk me-marahi diri sendiri. Yang menarik adalah, pada saat Anda mengeluh sebenarnya Anda sedang “mencaci” diri sendiri, Anda sedang mencabik-cabik diri Anda sendiri, dan ujung-ujungnya tentu saja Anda akan mendapati bahwa Anda sedang merusak diri.</p>
<p>Merusak diri? Wah…wah ngeri amat ya ? Koq ada ya orang yang merusak dirinya sendiri??? Aneh memang, tapi begitulah, kadang secara tidak sengaja (karena kita tidak sadar) kita justru merusak, mencabik-cabik dan menghancurkan diri kita sendiri. Mungkin Anda pernah mendengar atau membaca hasil penelitian Prof Emoto, tentang keajaiban air. Prof Emoto berhasil menunjukkan bahwa air yang diperlakukan dan diekspose pada kata-kata negatif, ataupun niat yang negatif, cenderung menjadi rusak. Pada saat air tersebut dilihat dengan mikroskop, kristalnya berbentuk sangat jelek dan acak-acakan (tidak secantik kristal air yang diekspose dengan hal-hal positif).  Menurut beliau, air dengan bentuk kristal yang cantik, menggambarkan air dengan kualitas bagus dan menyehatkan. Mengeluh (baik terucap atau tidak) memuat emosi yang negatif, dan saya yakin Anda tahu bahwa tubuh kita terdiri dari 75 % air (bahkan sel-sel otak muatan airnya lebih tinggi lagi). Jadi sangat masuk akal, kalau setiap keluhan yang kita keluarkan, sebetulnya sama dengan sebuah upaya sengaja untuk “merusak” struktur  air dalam tubuh kita, dan ujung-ujungnya membuat tubuh kita rusak. Jadi tidak aneh kan kalau orang yang sering mengeluh, jadi mudah sakit, mudah stress dan tidak bisa berpikir jernih?</p>
<p>Yang menarik adalah otak kita ini meski sangat jagoan, dan bisa menghasilkan berbagai hal yang hebat-hebat, tapi punya sedikit “kelemahan”, yakni hanya bisa memikirkan satu hal setiap saatnya. Coba silahkan Anda meikirkan hal yang buruk tentang Anda dan mulailah mengeluh, tentang apa saja. Pertanyaan saya adalah ” bisakah pada saat yang sama (pada detik yang sama) Anda bersyukur??” Hmmmmmmm…kalau Anda seperti kebanyakan orang, akan sangat susah untuk mengeluh dan bersyukur pada saat yang sama. Pada saat kita mengeluh, kita tidak mungkin bersyukur, sebaliknya pada saat bersyukur akan sulit untuk mengeluh. Yang seru adalah keluhan akan diikuti oleh keluhan berikut dan akan kemudian diikuti dengan keluhan yang berikut, dan begitu seterusnya. Sebaliknya begitu kita mengubah “arah” otak kita untuk bersyukur, maka syukur akan menarik syukur yang lain dan kemudian akan menarik syukur yang lain lagi, dan begitu seterusnya. Kalau memang kenyataannya seperti ini, terus kalau Anda boleh memilih Anda pilih mana ? Mengeluh atau bersyukur?</p>
<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article9b.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-114" title="Article9b" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article9b-300x185.jpg" alt="" width="300" height="185" /></a>Bagaimana mau bersyukur kalau hidup saya saat ini nampaknya sudah compang-camping? Bagaimana kalau kondisinya seperti <strong><em>gambar </em></strong>sebelah yang merupakan berita di koran lokal Jogja? Bagaimana caranya saya bisa bersyukur?</p>
<p>Iya saya bisa mengerti memang kadang-kadang kita perlu sedikit “memaksa” diri untuk bisa bersyukur. “Memaksa” di sini dalam arti yang positif, artinya “meniatkan dengan sangat” untuk bisa melihat keindahan supaya bisa bersyukur. Keindahan dalam wujud apapun, bahkan mungkin dalam wujud yang tidak terlalu cantik. Pada saat kita bangun pagi dan membuka mata, coba niatkan mencari keindahan dari membuka mata tersebut, cari segala nikmat yang muncul dari membuka mata tersebut, pasti deh ketemu. “Wah asyik saya bisa melihat pagi yang baru dan cerah ini”, “Asyik sekali bisa mengkedip-kedipkan kelopak mata ini, pandangan saya jadi cerah”, “<em>Alhamdulillah</em>, aku bisa melihat senyum anakku yang semalam ketiduran di sebelahku”,”Hmmm……suamiku tambah ganteng saja”, “Ooopss untung ketahuan, ternyata jerawat di ujung hidung ini sudah mulai memerah”, begitulah, pokoknya apa saja yang indah dan bisa Anda syukuri bisa Anda pakai untuk memulai “hidup baru”, hidup yang penuh kelimpahan dan karunia. Kenapa???</p>
<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article9a.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-113" title="Article9a" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article9a.jpg" alt="" width="118" height="157" /></a>Karena dalam setiap sudut hidup kita semua yang muncul dalam kehidupan kita, baik itu yang nampak buruk maupun yang baik, semua yang melibatkan kita selalu ada <strong><em>tujuan indah dibaliknya</em></strong>. Tujuan indah ini kadang memang tidak mudah untuk kita mengerti dan sering agak samar, terutama kalau kita terlalu “memaksakan” kehendak dan persepsi kita dalam menerima semua kejadian dalam hidup ini. Padahal semua kejadian dalam hidup ini pasti ada tujuannya. Sangat tidak mungkin yang terjadi di dunia ini terjadi secara acak. Dunia ini penuh keteraturan, kalau sesuatu nampak “acak” ini kemungkinan besar karena kita belum bisa mengerti saja. Semuanya pasti benar, meski misalnya itu adalah macetnya karir kita, atau <em>deal</em> yang gagal dalam bisnis, atau sudah lama menikah tapi belum punya anak juga, semua…dan semua pasti pas dengan kehidupan kita dan terutama dengan upaya kita mencapai tujuan hidup kita.</p>
<p>Sebuah kejadian dalam kehidupan saya di tahun 1999 merupakan awal pencerahan saya tentang konsep “<strong><em>Pasti Pas</em></strong>” yang kemudian menjadi salah satu filosofi hidup saya dan juga merupakan juga tagline <strong><em>Pertamina</em> </strong>ini. Pada saat saya terpuruk di pojok lorong rumah sakit Kariyadi Semarang karena beberapa menit sebelumnya dokter memberitahu bahwa Isteri saya kena kanker getah bening, dan dunia serasa runtuh, tiba-tiba sebuah pesan “Pasti Pas” muncul. Pesan ini dibawa oleh seorang jururawat yang dengan lembutnya menyentuh bahu saya dan berkata:”Pak saya tahu Bapak sedang bersedih dan mungkin marah, tetapi coba Bapak lihat kondisi saat ini sebagai sebuah proses pembelajaran, sebuah “private course” yang diberikan Tuhan khusus untuk Bapak dan Isteri, karena Tuhan cinta Bapak dan Isteri serta anak-anak Bapak”. “Kadang memang sebuah proses belajar terasa tidak nyaman dan mudah, tapi coba Bapak lihat ini sebagai sebuah kursus ekslusif tentang kehidupan, yang semua proses kursusnya dirancang khusus untuk Bapak dan Isteri…..Apakah bukannya sebaiknya Bapak bersyukur? Karena Tuhan demikian punya perhatiannya pada Bapak dan Isteri???? Ya Allah…..saat itu saya baru sadar, detik itupun Tuhan ternyata memperlihatkan cintanya dengan memberi bahan pelajaran kehidupan untuk saya dan Isteri. Pelajaran yang saya dapat saat itu adalah tentang ketegaran dan cinta. Tanpa kejadian itu mungkin kami akan tetap merupakan pasangan muda yang mudah menyerah, mengeluh dan menghujat keadaan. Kejadian di rumah sakit Kariadi Semarang merupakan “kursus privat” saya dengan Tuhan. Dan alhamdulillah, isteri saya sembuh dan bahkan hamil lagi untuk anak ke tiga kami Nesna (saat sakit Isteri saya baru 2 bulan melahirkan Agi anak ke dua saya).</p>
<p><a href="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article9a.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-113" title="Article9a" src="http://ezylife.net/wp-content/uploads/2011/01/Article9a.jpg" alt="" width="196" height="262" /></a>Teman-teman semua kejadian dan peristiwa dalam hidup kita “<strong><em>Pasti Pas</em></strong>” dengan perjalanan dan tujuan hidup kita. Kenapa begitu? Karena Allah yang Maha Besar dan Maha Tahu, pasti sudah mempunyai rencana yang <em>crystal clear</em> untuk membimbing kita (yang serba tidak tahu ini) untuk bisa menapaki hidup di dunia ini dengan lebih mudah dan lebih menyenangkan. Percayalah <em>friends</em>, Tuhan itu Maha Baik, dan semua yang muncul dalam hidup kita itu selalu pas, selalu tepat dengan kita, hanya kita saja yang kadang harus mau mencari sudut pandang yang bisa membuat semua nampak <em>in place</em>, nampak pas. Untuk Pertamina, thanks telah mengingatkan saya kembali tentang filososfi emas ini.</p>
<p>Sekali lagi semua “<strong><em>Pasti Pas</em></strong>” !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ezylife.net/pasti-pas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

