Harus diakui bahwa kita kadang berada dalam saat-saat yang tidak terlalu nyaman. Rasanya down gitu, dan apapun yang kita lakukan rasa-rasanya tak membuahkan hasil. Apapun terasa tak mengenakkan, serba kusam, sempit dan menekan. Situasi dan kondisi seperti in jelas tidak mengenakkan dan pasti tidak produktif. Kalau kebetulan saat ini Anda mengalaminya, Anda tidak sendiri, banyak yang sedang mengalami saat semacam itu. Jadi santai saja, ada koq cara menghadapinya dan mudah sekali.
Nanti selama Anda membaca artikel ini, saya akan berbagi dengan Anda cara sederhana untuk menghadapi situasi dan kondisi yang tidak mengenakkan tersebut. Situasi dimana Anda merasa tidak sabar, marah pada diri sendiri, marah pada orang lain, bingung, capai berpikir terus menerus dan tanpa hasil, mentok alias facing the dead end, dan merasa menjadi korban keadaan. Untuk sementara silahkan lihat iklan susu Bear Brand di sebelah kiri judul tulisan ini, dan tesenyumlah dan sebarkan senyum Anda ke sekeliling Anda, kepada partner hidup Anda, kepada putra-putri Anda, kepada orang tua Anda, pada pada bunga di depan rumah Anda dan pada Tuhan. Please terus bersama saya, kata demi kata dan kalimat demi kalimat, Saya pastikan Anda akan tercerahkan.
Pada saat hidup terasa menyesakkan dada, rasanya seluruh teman kabur dan menjauh dari kita, rasanya barang-barang jadi terasa mahal, rasa-rasanya buku-buku pengembangan diri jadi tumpul dan tidak bermanfaat, rasa-rasanya segala saran terasa hambar dan tidak mencerahkan. Kawan, kalau ini yang terjadi cepat-cepatlah berhenti berpikir (benar-benar berhenti seperti pada saat DVD player kita pencet tombol pause-nya), dan tarik nafas panjang serta ucapkan Allah Maha Besar, dan tunduklah dan terus ucapkan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Kawan, kehidupan ini penuh dengan pilihan, dan bahkan hidup itu sendiri berawal dari sebuah pilihan (memilih untuk hidup atau tidak). Di sini sebetulnya titik start kita dalam menjalani kehidupan ini. Jadi nikmati saja pada saat engkau harus mengambil keputusan untuk memilih. Memilih untuk menjalani atau tidak, memilih untuk belajar atau tidak, memilih untuk menikmati atau tidak, memilih untuk merasa tertekan atau merasa bebas dan memilih untuk mendapatkan hasil akhir yang hanya sekedar hidup atau memiliki kehidupan yang mudah dan nyaman. Semua harus dipilih, karena pilihan akan menjadi road map dari setiap tapak dan setiap detik kehidupan kita.
Mungkin Anda sudah sering mendengar dari para guru kehidupan bahwa kehidupanmu tergantung pilihanmu. Anda menjadi kaya atau miskin itu tergantung dari pilihan Anda. Anda mendapatkan partner hidup yang sangat mencintai Anda atau tidak itu tergantung dari Anda, bahkan Anda sakit ataupun tidak itupun pilihan Anda. Well ……itu semua benar dan nampaknya enak untuk didengarkan dan dibaca, tapi bagaimana dong sebenarnya mekanismenya?
Banyak sudah yang memberikan alasan dengan berbagai teori yang canggih-canggih termasuk begitu kita berpikir maka alam semesta akan mendengarkan dan me-respon pikiran kita, like attracts like begitu kalimat kerennya. Bahkan buku The Secret telah membahas hal itu dengan begitu mendalamnya (dan itu diikuti oleh berbagai buku yang ditulis oleh para guru kontributor The Secret). Saya yakin apa yang dijelaskan oleh para guru kehidupan itu benar (mereka dan banyak orang lain telah membuktikan kebenarannya). Kebenaran itu menjadi lebih mudah dimengerti setelah saya membaca berbagai temuan mutakhir tentang otak sebagai pusat pengendali maju mundurnya badan kita, yang tentunya mempengaruhi maju mundurnya kehidupan kita.
Otak kita, yang secara mudah bisa kita sebut saja sebagai unit pemroses sentral (UPS), karena fungsinya sebagai pengendali utama tubuh kita, sebenarnya tidak se-primitif yang dipikirkan kebanyakan orang. Otak kita ternyata sangat pintar (pasti saja he…he…), dan kepintaran ini ternyata bertolak pada kemampuan dasar otak untuk selalu menyesuaikan diri dengan keadaan (kemampuan ini disebut brain plasticity). Pada saat kita memilih untuk berpangku tangan dan bersedih, maka otak kita juga menyesuaikan untuk hanya bekerja pada sel-sel otak (“neuron”) yang berhubungan dengan berpangku tangan dan bersedih itu saja. Neuron-neuron yang lain akan tidak aktif, dan kalau keterusan neuron-neuron lain itu (misalnya yang berkaitan dengan kreativitas, kemampuan bicara, kemampuan untuk melihat dengan jeli dll) akan memutuskan koneksinya dengan neuron-neiron lainnya (sehingga antar neuron menjadi saling terisolasi dan proses tukar data terhenti), dan bahkan neuron-neuron itu akan mati. Proses yang sama bisa Anda amati pada orang yang kena stroke. Apabila kebetulan penderita stroke itu kemudian tangan kanannya tidak bisa digerakkan (karena adanya masalah pada kelompok neuron motorik yang membawa sinyal untuk menggerakan tangannya), dan penderita tersebut menyerah demikian saja, dan tidak melatih tangan kanannya itu, maka selamanya tangan kanan itu menjadi tidak bisa digerakkan. Kenapa? Karena sekelompok neuron di pusat kendali di otak yang biasanya mengendalikan gerakan tangan kanan (dan ini berbeda kelompok dengan pengendali tangan kiri), sekarang liburan alias santai-santai dan tidak pernah kerja lagi dan akhirnya neuron-neuron tersebut mengalami atropi (alias mengkerut dan jadi tidak berfungsi). Sel-sel otak kita atau neuron mengikuti sebuah hukum alam brain plasticity, yakni use it or loose it. Pada saat kita tidak menggunakan otak kita dengan maksimal maka kegagalan hidup Anda sebenarnya sudah bisa dideteksi lebih dini dengan melihat pada semakin berkurangnya sel-sel otak atau neuron di dalam kepala Anda. Dengan berkurangnya sel otak otomatis semakin berkurang juga kemampuan kita untuk berkarya dan jelas itu adalah awal dari kehancuran kehidupan kita.
Terus apa hubungan antara perasaan tertekan, bingung, marah pada diri sendiri, dan jengkel dengan brain plasticity ini? Hubungannya sangat erat boss, riset terakhir berhasil menemukan bukti bahwa dalam kondisi stress, marah, tertekan dan bingung, sel-sel otak khususnya di bagian hippocampus (bagian yang penting untuk merubah memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang) mengalami kematian rame-rame! Dan ini sangat berabe, karena matinya sel-sel di hippocampus menyebabkan orangnya jadi tidak kreatif, alias nggak bisa mikir, mampet, macet dan bundet. Kenapa bisa begini? Karena akses ke memori jangka panjang (hasil pembelajaran sebelumnya) macet, dan meskipun belajar lagi data terakhir tidak bisa di save ke memori jangka panjang. Abis deh pokokny kalau ini sudah terjadi. Terus apa ini permanen? Untungnya tidak, dengan daya plasticity-nya otak selalu mampu memperbaiki diri dan menymbngkan kinerja yang maksimal. Contoh paling keren adalah berhasilnya para penderita stroke yang semula “mati” sebelah untuk kembali bergerak normal, setelah memaksakan diri melatih tangan atau kakinya yang semula lumpuh. Contoh lain adalah berhasilnya Michelle seorang cewek berumur 23 tahun dari Virgina Amerika Serikat untuk menjalani hidupnya dalam kondisi yang hampir setara dengan kehidupan orang-orang “normal” lainnya. Apa hebatnya Michelle? Dia terlahir hanya dengan otak sebelah kanan (bagian kepala sebelah kirinya kosong karena memang sejak lahir Michelle tidak mempunyai otak sebelah kiri). Menurut penalaran “lama” tidak mungkin orang dengan hanya otak sebelah kanan bisa hidup normal, dan bisa menggerakkan tangan kanan, bisa berbicara dan hal-hal lain yang biasanya dikendalikan oleh otak kiri. Tetapi, Allah Maha Besar, justru karena hanya mempunyai otak kanan, maka otak kanan Michelle telah mengembangkan diri untuk bisa mengambil alih tugas-tugas yang biasanya dilakukan oleh otak kiri. Ini terjadi karena Micehelle terus melatih diri dan terus berusaha untuk bisa memaksimalkan apa yang dia punya. Apa yang bisa kita ambil dari cerita Michelle? Kesuksesan berawal dari pilihan kita, dan itu dimulai dari keputusan kita untuk menggunakan otak kita atau tidak. Use it or loose it. Apa yang terjadi dengan sebagian dari kita dan orang-orang disekeliling kita? Begitu ada sedikit masalah, stress, ngambeg, macet, marah-marah dan apatis. Di satu sudut Michelle yang hanya berotak sebelah saja bisa memaksimalkan otaknya dan memaksa sel-sel otaknya untuk “tumbuh” dan hidup dengan keberhasilannya, eh …kita hanya gara-gara masalah sedikit malahan “membunuh” sel-sel otak kita sendiri (ingat stress menyebabkan kematian sel-sel di hippocampus?). Jadi bagaimana friends?
Terima dahulu bahwa Anda sedang feeling nggak enak. Tenang dulu, COOL dulu (seperti pesan rokok L.A yang cool karena 100% dari menthol alam) . Akui bahwa Anda sedang merasa kacau dan kesal atau apapun yang sedang Anda rasakan. Adalah sangat alami kalau Anda merasa marah, jengkel, bingung, ataupun muak. Anda adalah manusia biasa, dan sedang dalam proses belajar untuk
meng-handle emosi (ini adalah pembelajaran pertama, meski mungkin Anda sudah kuliah bertahun-tahun, karena meng-handle emosi tidak pernah diajarkan secara formal). Jadi terima saja dulu apa yang Anda rasakan.
Setelah Anda terima, dan Anda akui kemudian ucapkan: “Meskipun aku merasa kesal, marah, jengkel, bingung, muak atau….. (silahkan isi sendiri sesuai dengan apa yang Anda rasakan), aku tetap mencintai diriku secara mendalam dan seutuhnya”. Ucapkan kalimat ini 3 sampai 4 kali, sambil Anda memeluk diri Anda sendiri dengan penuh cinta (lakukan kegiatan ini di tempat yang private supaya orang tidak berpikir macam-macam tentang Anda). Kemudian….?
Pancarkan pesonamu, itu pesan Bear Brand. Pada saat hidup terasa menyesakkan dada, ambil keputusan untuk tetap in control of your life, dan pancarkan pesonamu, berbagilah! Maksudnya? Bukannya Anda menyerah pada keadaan dan terperangkap pada perasaan apatis, sedih, takut, dan marah (karena dengan begini Anda tahu bahwa Anda sedang membunuh sel-sel otak sendiri), tetapi justru ini saatnya Anda memancarkan cinta pada sekeliling Anda. Cinta adalah produk “Yang Terbaik dari Alam” (seperti pesan Teh Kotak).
Cinta ini bisa Anda wujudkan dalam bentuk berbagi kemampuan atau kelebihan Anda pada orang-orang di sekitar Anda. Kenapa berbagi? Karena esensi cinta adalah memberi (“to give”) dan bukan meminta. Pada saat kita sedang dirundung pusing ataupun marah, initiatif memberi akan melunturkan berbagai kemarahan dan kejengkelan di dalam dada. Cobalah!
Ok aku mau berbagi, konkritnya gimana donk? Begini, misalnya Anda sangat menyukai membaca artikel, atau Anda suka memetik gitar, pasti Anda punya ilmu lebih yang berasal dari membaca artikel itu ataupun memetik gitar itu. Kalau misalnya dari membaca, mungkin ilmu itu tentang merawat tanaman hias, mungkin ilmu itu tentang fotografi, mungkin tentang pendidikan, atau tentang akutansi, atau bahkan mungkin tentang bagaimana memilih durian. Pada saat stress, marah dan berbagai emosi negatif melanda, itu adalah saat yang pas untuk memancarkan dan membagi dengan gratis “ilmu” simpanan itu (seperti Smart yang membagi-bagi HP nya dengan GRATIS). Lho koq bisa? Coba rasakan pada saat Anda kesal, marah, jengkel, apa yang Anda rasakan di dada atau ulu hati ? Tekanan, gumpalan! Betul. Nah dari pada tekanan atau gumpalan itu ada dan mangkal di tubuh kita, mending kita berbagi dan memancarkan sesuatu yang positif dari dalam tubuh ke kita ke sekeliling kita. Dengan begitu, tekanan di dada dan ulu hati akan otomatis luntur, dan menghilang. Menghilang maksudnya dissapear, wuss hilang? Benar!, hanya saja ada syaratnya. Pada saat berbagi, pada saat dipancarkan harus diliputi dengan cinta, bukan hanya asal-asalan saja. Nah sebenarnya karena kita melakukan yang kita sukai dengan penuh cinta, maka tekanan dan emosi negatif yang ada jadi ikut luntur, ikut mencair dan tergantikan dengan emosi positif yang menyenangkan.
Sebarkan harum manismu, itu pesan She. Wah, ini berarti kalau mau berbagi betul-betul bagilah yang harum dan manis, alias dengan penuh cinta. “Penyebaran harum yang manis” ini, bisa dilakukan dalam berbagai bentuk termasuk melakukan kegiatan sendiri ataupun berbagi dengan sahabat ataupun teman terdekat. Apa sih untungnya melakukan ini semua? Pertama karena pada saat Anda mentransformasikan ilmu menjadi sebuah kegiatan, misal berkebun, membuat komik ataupun memberikan les matematika (kalau Anda hobinya membaca buku edukasi dan ingin praktek), otak Anda akan tertantang dengan hal baru, trik-trik baru dan pertanyaan-pertanyaan baru. Dengan begini, akan “lahir” lebih banyak neuron atau sel otak, dan ini sangat bagus untuk kreatifitas kita, dan membuat otak kita selalu muda selalu cling, dan mudah dalam menyelesaikan masalah. Upaya ini sebenarnya adalah trik untuk merubah masalah jadi berkah. Tadinya kita marah, jengkel, bingung, merasa tidak pasti eh sekarang malahan otaknya jadi cling, penuh semangat dan kreatif. Peneliti tentang otak akhir-akhir menemukan bahwa hanya dengan memberikan tantangan yang berarti pada otak dan terus mengasah otak ,misalnya mempelajari ilmu baru, mempelajari bahasa asing, menemukan metoda baru untuk melakukan sesuatu, membuat otak selalu memproduksi sel-sel otak baru yang lebih fresh dan menjauhkan kita dari berbagai proses penuaan otak.
Ke dua pada saat Anda membagi ilmu kepada orang lain, Anda akan mendapat tantangan baru tentang bagaimana membagi ilmu dengan baik (lebih banyak neuron akan dibentuk karena tantangannya lebih banyak pada saat Anda mengajari orang lain tentang ilmu Anda). Semakin banyak Anda mengajari orang lain, semakin piawai Anda, karena semakin banyak tantangan dan itu berarti semakin memperpanjang usia dari neuron yang sudah ada. Kondisi ini membuat Anda menjadi lebih ahli dan lebih terampil di bidang Anda, dan ini bisa membuat rasa percaya diri Anda semakin membaik. Bagus kan?
Ke tiga dengan membagikan kepandaian Anda ataupun hobi Anda, perhatian Anda akan bergeser dari yang semula terfokus pada masalah Anda (kesesakan dada Anda, kemarahan, apatis, dan bingung), ke arah taking control of your life (aku sedang membagikan ilmuku, aku sedang memancarkan pesonaku). Efeknya? Anda akan lebih cerdas, lebih sehat, dan merasa lebih berharga. Anda semakin merasapowerful, karena telah berhasil mengambil kembali kontrol dalam diri Anda. Kenapa ini penting? Karena pada saat Anda merasa sesak, marah dan jengkel sebenarnya Anda sedang berada dalam kontrol orang lain. Pada saat orang lain melakukan sesuatu, mengatakan sesuatu atau memperlakukan Anda dengan kondisi tertentu, adalah Anda yang sebenarnya harus mengambil keputusan (“take control”), apakah bereaksi terhadap kata dan perlakuan orang itu atau tidak. Karena kalau Anda bereaksi negatif terhadap perlakuan dan perkataan tesebut, Andalah yang harus menanggung semuanya (termasuk biaya untuk membeli Panadol untuk sakit kepala Anda, dan dalam kondisi parah harus membayar jasa dokter jantung Anda). Apakah orang yang menyebabkan Anda kesal, ikut serta menanggung biaya yang Anda keluarkan? Tentu tidak! Orangnya mungkin sudah pergi jauh.
Jadi dari pada harus menanggung sendiri akibatnya, lebih baik kita ambil kontrol sepenuhnya pada diri, cintai diri Anda dan munculkan passion pada diri Anda. Passion pada kehidupan Anda, passion pada tujuan dan panggilan hidup Anda, dan passion pada fashion atau penampilan Anda. Perancang Suzuki Swift nampaknya tahu betul bahwa dari pada kesal dengan kehidupan yang kadang terasa sulit, terasa selalu menekan, dan penuh kompetisi, memunculkan passion akan membalik semuanya menjadi cerah dan mudah. Mau bukti? Coba deh iseng-iseng munculkan passion pada tatanan rambut Anda, atau pada gaya bicara Anda, atau pada partner Anda atau kolega Anda, dijamin deh Anda akan tidak mudah merasa menjadi victim dari keadaan, dan kekesalan, kemarahan, kesedihan, dan keraguan akan menjauh dari Anda. Take a deep breath, teguk susu Bear Brand, tanyakan pesona apa yang akan aku pancarkan hari ini? Setelah Anda temukan, tersenyumlah dan ………
Pancarkan Pesonamu Dunia perlu Tahu!